Hatta mengatakan, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian yang dipimpinnya juga siap menghemat anggarannya sebesar 10% atau Rp 11,6 miliar.
Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian siap hemat anggarannya tahun 2010 sebesar 10% atau Rp 11,6 miliar. Nilai anggaran belanja yang dimiliki Kemenko Perekonomian tahun inia dalah Rp 116 miliar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Hatta, banyak anggaran studi banding pemerintah yang sebenarnya tidak perlu dilakukan. Ini bisa menimbulkan penghematan yang sangat besar. Demikian juga dengan seminar-seminar yang tak jelas urgensinya.
"Penghematan itu bukan potong gaji, jadi tidak pengaruh pada daya beli PNS kita. Itu seperti seminar, tidak perlu di hotel-hotel, tapi gunakan yang ada. Ke luar negeri yang biasanya 5 sampai 6 pejabat, sekarang cukup 1 atau 2. Saya melihat studi banding tidak diperlukan untuk pemerintah kecuali ada keperluan yang mendesak luar biasa," jelasnya.
Sekertaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Edi Abdurrahman menyatakan penghematan tersebut dilakukan terhadap 6 deputi di kementerian tersebut yang berkaitan dengan perjalanan dinas dan seminar.
"Kita kan ada 6 deputi yaitu makro ekonomi, pertanian dan kelautan, industri perdagangan, energi, kerjasama internasional. Itu yang berkaitan dengan perjalanan dinas dan seminar, itu kita hemat 10%. Kalau betul-betul penting, masih tak apa-apa. Jadi saya coret-coret itu, mana yang tidak penting," jelasnya.
Anggaran yang dihemat tersebut, lanjut Edi, akan dikembalikan kepada Kementerian Keuangan untuk dijadikan Sisa Anggaran Lebih (SAL).
(nia/dnl)











































