Hemat Anggaran, Hatta Minta Tak Ada Lagi Seminar di Hotel

Hemat Anggaran, Hatta Minta Tak Ada Lagi Seminar di Hotel

- detikFinance
Jumat, 22 Okt 2010 15:30 WIB
Jakarta - Pemerintah berjanji untuk untuk menjalankan komitmennya melakukan penghematan anggaran. Menko Perekonomian Hatta Rajasa meminta kepada Kementerian/Lembaga untuk berhemat seperti tidak lagi mengadakan seminar di hotel-hotel mewah.

Hatta mengatakan, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian yang dipimpinnya juga siap menghemat anggarannya sebesar 10% atau Rp 11,6 miliar.

Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian siap hemat anggarannya tahun 2010 sebesar 10% atau Rp 11,6 miliar. Nilai anggaran belanja yang dimiliki Kemenko Perekonomian tahun inia dalah Rp 116 miliar.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Pemerintah betul-betul serius untuk melakukan penghematan. Terutama dalam belanja-belanja yang bukan belanja modal. Jadi seperti perjalanan luar negeri yang tidak perlu dilakukan, itu bisa sekitar Rp 40-60 triliun bisa dihemat, defisit bisa diperkecil dan digunakan untuk alutsista dan sosial. Kita menghemat 10% dari belanja kita Rp 116 miliar, jadi Rp 11,6 miliar," ujar Hatta saat ditemui di Kantornya, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Jumat (22/10/2010).

Menurut Hatta, banyak anggaran studi banding pemerintah yang sebenarnya tidak perlu dilakukan. Ini bisa menimbulkan penghematan yang sangat besar. Demikian juga dengan seminar-seminar yang tak jelas urgensinya.

"Penghematan itu bukan potong gaji, jadi tidak pengaruh pada daya beli PNS kita. Itu seperti seminar, tidak perlu di hotel-hotel, tapi gunakan yang ada. Ke luar negeri yang biasanya 5 sampai 6 pejabat, sekarang cukup 1 atau 2. Saya melihat studi banding tidak diperlukan untuk pemerintah kecuali ada keperluan yang mendesak luar biasa," jelasnya.

Sekertaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Edi Abdurrahman menyatakan penghematan tersebut dilakukan terhadap 6 deputi di kementerian tersebut yang berkaitan dengan perjalanan dinas dan seminar.

"Kita kan ada 6 deputi yaitu makro ekonomi, pertanian dan kelautan, industri perdagangan, energi, kerjasama internasional. Itu yang berkaitan dengan perjalanan dinas dan seminar, itu kita hemat 10%. Kalau betul-betul penting, masih tak apa-apa. Jadi saya coret-coret itu, mana yang tidak penting," jelasnya.

Anggaran yang dihemat tersebut, lanjut Edi, akan dikembalikan kepada Kementerian Keuangan untuk dijadikan Sisa Anggaran Lebih (SAL).

(nia/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads