Rupiah Menguat, Sisa Anggaran 2010 Bakal Menggemuk

Rupiah Menguat, Sisa Anggaran 2010 Bakal Menggemuk

- detikFinance
Senin, 25 Okt 2010 19:34 WIB
Jakarta - Penguatan nilai tukar rupiah di tahun ini akan membuat Sisa Lebih Pelaksanaan Anggaran (SILPA) semakin menggemuk. Selain itu, minimnya penyerapan anggaran turut jadi pemicu besarnya sisa anggaran tahun ini.

Pjs Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Agus Supriyanto memproyeksikan rata-rata realisasi nilai tukar rupiah sepanjang 2010 akan berada pada kisaran Rp9.100-Rp9.150/US$. Angka tersebut lebih rendah dari asumsi APBN-P 2010 yaitu Rp 9.200.

Menurutnya, apresiasi rupiah tersebut akan menciptakan penghematan anggaran yang cukup besar bagi pemerintah, terutama dari sisi pembayaran cicilan dan bunga utang, meski dari sisi penerimaan migas berpotensi turun.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Dari (realisasi) nilai tukar, akan banyak kita punya saving. Dari pembayaran utang cukup besar," ujarnya di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (25/10/2010).

Penghematan tersebut akan tercatat sebagai SILPA APBN-P 2010 yang nantinya secara otomatis juga akan mengurangi defisit anggaran.

"Kalau defisit APBN-P 2010 sebesar 2,1%, lalu realisasi di bawah 1,5%. Maka ada saving 0,6%. Tinggal kali saja dengan PDB," ujarnya.

Sebagai informasi, dalam prognosis APBN-P 2010 realisasi pendapatan negara tahun ini akan mencapai Rp 992,8 triliun atau melampaui target yang sebesar Rp 990 triliun. Namun anggaran belanja negara diproyeksikan hanya akan terserap Rp 1.089,8 triliun dari target yang dialokasikan Rp 1.126,1 triliun.

Dengan demikian defisit anggaran hanya akan tercipta sebesar Rp 95,1 triliun (1,5% PDB) dari rencana awal Rp 133,7 triliun (2,1% PDB) sehingga ada selisih sebesar Rp 38,6 triliun (0,6% PDB).

Dan berdasarkan proyeksi tersebut, pemerintah memutuskan untuk mengurangi target penerbitan obligasi negara sebesar Rp 15,5 triliun dari target bruto yang mencapai Rp 178 triliun.

"Tapi SILPA-nya tidak pasti segitu (0,6% PDB) karena ada pembatalan penerbitan SUN, pembiayaan kan tidak jadi (perhitungan) SAL. Itu akan mengurangi 0,6% itu," tandasnya.

(nia/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads