Demikian disampaikan Gubernur Bank Indonesia (BI) Darmin Nasution usai pelantikan dan serah terima jabatan Pemimpin Kantor BI Bandung, di Jalan Braga, Bandung, Rabu (27/10/2010).
"Sampai dengan akhir tahun bisa tembus 6%, tetap besar," paparnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau November deflasi, maka (inflasi tahunan) bisa sedikit di bawah 6%," tambahnya.
Dalam beberapa bulan terakhir jelang tutup tahun, Darmin menilai harga beras belum juga terangsur turun hingga elemen ini tetap menjadi dasar pembentuk inflasi nasional. Inflasi juga mulai disumbang dari harga perhiasan, khususnya emas yang terus merangkak naik.
"Untuk tahun depan outlook, tekanan inflasi masih ada dan cenderung lebih tinggi dari yang ada di APBN (5,3%), tapi di bawah 6%. Lebih tinggi karena belum memperhitungkan administered price," ucap Darmin.
Sementara itu, terkait aturan loan to deposit ratio (LDR) yang mulai berlaku efektif Maret 2011, mantan Dirjen Pajak ini mengaku perbankan harus mempersiapkannya secara seksama. Kebijakan ini dilakukan bukan untuk mendorong kredit di tahun ini, melainkan mulai tahun depan dan seterusnya.
Dan, BI yakin kebijakan LDR tidak mendorong timbulnya rasio kredit bermasalah (NPL).
"Tidak akan memburuk di dalam NPL. Memang ada sedikit tapi tidak signifikan, masih di bawah 5%. Karena tidak ada yang luar biasa untuk mengguncang ekonomi," paparnya.
(wep/dnl)











































