"Setelah melakukan negosiasi yang cukup alot. Akhirnya Newmont berakhir pada angka US$ 278 juta. Sementara pemerintah masih di bawah itu sedikit," ujar sumber detikFinance yang terlibat dalam negosiasi saham divestasi tersebut, Selasa (2/11/2010).
Sumber menyebutkan, meskipun Newmont telah menurunkan penawarannya, namun kalau dibandingkan dengan nilai divestasi tahun 2009, penawaran tersebut masih tergolong lebih tinggi. Adapun harga divestasi 7% saham Newmont jatah tahun 2009 senilai US$ 246,8 juta.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saat ini, lanjut dia, keputusan final soal harga divestasi tersebut masih di tangan Menteri ESDM Darwin Zahedy Saleh.
"Masih digodok Menteri ESDM. Nanti harganya dilaporkanΒ ke Menteri Keuangan," tambahnya.
Sementara itu, saat dikonfirmasi Juru Bicara Newmont, Rubi Purnomo enggan berkomentar soal harga divestasi tersebut.
"Tim valuasi NNT dan tim pemerintah memang telah memasuki tahapan akhir. Untuk masalah harga dan arahan lainnya nanti akan disampaikan oleh pemerintah," ungkap Rubi.
Seperti diketahui, hasil keputusan arbitrase telah menyebutkan Newmont memiliki kewajiban untuk mendivestasikan 31% sahamnya kepadapemerintah Indonesia. Adapun 31% saham tersebut terdiri dari 3% saham divestasi jatah divestasi tahun 2006, 7% saham tahun 2007, 2008, 2009, dan 2010.
Sebelumnya, PT Bumi Resources Tbk melalui anak usahanya Multicapitaldan Pemda NTB melalui PT Multi Daerah Bersaing (MDB) telah menguasai 24% saham Newmont.
Beberapa waktu lalu, PT NNT telah menyampaikan penawaran 7% saham divestasi 2010 senilai US$ 444.079.808 kepada pemerintah Indonesia. Nilai divestasi ini mengalami kenaikan 79,93% (US$ 197,279 juta) jika dibandingkan nilai 7% saham divestasi Newmont tahun 2009 senilai US$ 246,8 juta.
(epi/qom)











































