Harga Minyak Mentah Indonesia Tembus US$ 82 per Barel

Harga Minyak Mentah Indonesia Tembus US$ 82 per Barel

- detikFinance
Rabu, 03 Nov 2010 14:03 WIB
Jakarta - Harga rata-rata minyak mentah Indonesia (Indonesia Crude Price/ICP) periode Januari-Oktober 2010 mencapai US$ 82,26 per barel, naik US$ 5,5 per barel dari bulan sebelumnya yang sebesar US$ 76,76 per barel. Rata-rata ICP hingga Oktober ini telah melampaui asumsi dalam APBN-P 2010 yang dipatok US$ 80 per barel.

Sedangkan harga Minas/SLC mencapai US$ 83,05 per barel, naik US$ 4,39 per barel dari US$ 78,66 per barel pada bulan sebelumnya.
Β 
Berdasarkan situs Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi, Kementerian ESDM yang dikutip detikFinance, Rabu (3/11/2010), peningkatan harga minyak mentah Indonesia itu sejalan dengan perkembangan harga minyak mentah utama di pasar internasional.

"Kenaikan yang diakibatkan beberapa faktor yaitu melemahnya nilai tukar dolar AS terhadap sejumlah mata uang utama dunia sehingga meningkatkan daya tarik komoditas minyak mentah sebagai instrumen investasi," ujar Tim Harga Minyak Indonesia dalam situs tersebut.
Β 
Selain itu, meningkatnya perkiraan permintaan minyak mentah dunia oleh beberapa analis pasar minyak seperti IEA dan OPEC. International Energy Agency (IEA) dalam laporan bulanan Oktober 2010 memperkirakan permintaan minyak global untuk tahun 2010 meningkat 2,1 juta barel per hari (2,5%) menjadi 86,9 juta barel per hari dibandingkan tahun 2009, yang dihasilkan dari peningkatan permintaan negara-negara OECD.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sementara OPEC dalam laporan bulan Oktober 2010 memperkiraan permintaan minyak dunia tahun 2010 akan naik 1,13 juta barel per hari menjadi 85,59 juta barel per hari dibandingkan tahun 2009, yang dihasilkan dari peningkatan permintaan heating oil dan fuel oil saat memasuki musim dingin.
Β 
Peningkatan harga minyak dunia juga disebabkan dilakukannya revisi oleh International Monetary Fund (IMF) mengenai perkiraan pertumbuhan GDP dunia untuk 2010 dari 4,6% menjadi 4,8%, terutama akibat peningkatan pertumbuhan ekonomi di negara-negara OECD.
Β 
"Faktor lainnya adalah permasalahan geopolitik yaitu pemogokan kerja di sejumlah pelabuhan minyak utama di Perancis sehingga menganggu suplai minyak mentah dan aktifitas sejumlah kilang di Perancis, Jerman, dan Swiss," papar Tim Harga Minyak Indonesia.
Β 
Untuk kawasan Asia Pasifik, peningkatan harga minyak mentah juga dipicu oleh laporan peningkatan Index Pembelian China menjadi 53,8 yang melebihi perkiraan, seiring peningkatan aktivitas pabrik di negara-negara Asia serta peningkatan impor minyak mentah China sebesar 11% menjadi 5,67 juta barel per hari.
Β 
Adapun harga rata-rata minyak mentah utama di pasar internasional selama bulan September dibandingkan Agustus, sebagai berikut:

  • WTI (Nymex) naik US$ 6,43 per barel dari US$ 75,55 per barel menjadi US$ 81,97 per barel.
  • Brent (ICE) naik US$ 5,12 per barel dari US$ 78,42 per barel menjadi US$ 83,54 per barel.
  • Tapis (Platts) naik US$ 5,83 per barel dari US$ 80,65 per barel menjadi US$ 86,48 per barel.
  • Basket OPEC naik US$ 5,24 per barel dari US$ 74,63 per barel menjadi US$ 79,88 per barel.
(epi/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads