Hatta Serahkan Audit Anggaran World Expo ke BPK

Hatta Serahkan Audit Anggaran World Expo ke BPK

- detikFinance
Rabu, 03 Nov 2010 16:51 WIB
Hatta Serahkan Audit Anggaran World Expo ke BPK
Jakarta - Menko Perekonomian Hatta Rajasa menyerahkan anggaran pembuatan paviliun Indonesia di World Expo Shanghai, China kepada Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Ini dilakukan untuk melihat apakah ada penyimpangan.

"Apapun yang berkaitan dengan audit kita serahkan dengan BPK. Tapi saya harus tanya ke Mendag dahulu karena mata anggarannya ada di sana," kata Hatta di kantornya, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Rabu (3/11/2010).

Sebelumnya kementerian perdaganganΒ  akan mengambil keputusan untuk membongkar paviliun Indonesia di Shanghai Expo China sejalan berakhirnya ajang pameran yang sudah berlangsung 6 bulan dari 1 Mei hingga 30 Oktober 2010 itu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Indonesia setidaknya telah menghabiskan anggaran biaya penyelenggaraan dan pembangunan paviliun sebesar US$ 20 juta atau setara Rp 180 miliar. Beberapa provinsi di China sempat berniat membeli bangunan paviliun Indonesia tersebut namun belum ada kejelasan.

"Memang dikontraknya dibongkar, waktu awal dibangun," kata Sekjen Kementerian Perdagangan Ardiansyah Parman.

Ardiansyah mengatakan sesuai dengan kontrak awal, panitia mensyaratkan semua bangunan di arena World Expo Shanghai harus dibongkar seiring berakhirnya acara tanpa menyisakan pondasi sekecil pun. Indonesia sendiri masih menjajaki kemungkinan menjual bagunan paviliun atau bahkan membongkar begitu saja.

Ardiansyah menambahkan jika memang harus dibongkar maka setidaknya memerlukan biaya tersendiri untuk proses pembongkaran tersebut. Namun kata dia, masing-masing negara harus segera membersihkan paviliunnya dengan cara apapun termasuk membawa pulang materialnya atau pun menjualnya.

"Kecuali Saudi Arabia, yang sejak di awal dihadiahkan (ke China)," katanya.

Menurutnya penganggaran biaya World Expo US$ 20 juta menggunakan anggaran negara yang masuk dalam katagori belanja barang. Jika memang paviliun tersebut akan dijual maka dananya akan dikembalikan ke APBN.

"Kalau dijual ya masuk ke APBN," kata Ardiansyah.
(dnl/dro)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads