"Saat ini untuk memenuhi stok Bulog tidak bisa membeli harga beras yang melampaui harga patokan pemerintah. Oleh karena itu, kita lakukan perubahan terhadap Inpres sehingga Bulog lebih fleksibel dalam membeli. Yang penting stok harus 1,5 juta ton," ujar Menko Perekonomian Hatta Rajasa saat ditemui di kantornya, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Kamis (4/11/2010).
Selain masalah pemenuhan stok dari sisi aturan, Hatta mengakui memang terjadi masalah lain dalam pemenuhan stok beras. Hal inilah yang menyebabkan harga komoditas ini masih menunjukkan tren naik.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dengan begitu, lanjut Hatta, tekanan terhadap inflasi bisa berkurang.
"Inflasi menjadi lebih baik walaupun beberapa komoditas pokok sudah deflasi," tandasnya.
Sebelumnya BPS melansir inflasi Oktober sebesar 0,06%. Inflasi terutama disumbang dari kenaikan harga beras yang cukup tinggi selama Oktober. Namun pemerintah meyakini, setelah November, harga beras semakin surut seiring hadirnya panen.
(nia/qom)











































