Inpres Kebijakan Beras akan Direvisi

Inpres Kebijakan Beras akan Direvisi

- detikFinance
Kamis, 04 Nov 2010 13:58 WIB
Inpres Kebijakan Beras akan Direvisi
Jakarta - Pemerintah akan merevisi Instruksi Presiden No. 8 Tahun 2008 terkait kebijakan Perberasan guna memberikan fleksibilitas kepada Bulog dalam membeli beras sehingga pasokan bisa tetap terjaga.

"Saat ini untuk memenuhi stok Bulog tidak bisa membeli harga beras yang melampaui harga patokan pemerintah. Oleh karena itu, kita lakukan perubahan terhadap Inpres sehingga Bulog lebih fleksibel dalam membeli. Yang penting stok harus 1,5 juta ton," ujar Menko Perekonomian Hatta Rajasa saat ditemui di kantornya, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Kamis (4/11/2010).

Selain masalah pemenuhan stok dari sisi aturan, Hatta mengakui memang terjadi masalah lain dalam pemenuhan stok beras. Hal inilah yang menyebabkan harga komoditas ini masih menunjukkan tren naik.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Memang harus diakui, logistik masih terganggu dengan cuaca seperti ini, itu pengaruhi stoknya, cuaca ekstrim, juga mengganggu dalam menjemur beras," ujarnya.

Dengan begitu, lanjut Hatta, tekanan terhadap inflasi bisa berkurang.

"Inflasi menjadi lebih baik walaupun beberapa komoditas pokok sudah deflasi," tandasnya.

Sebelumnya BPS melansir inflasi Oktober sebesar 0,06%. Inflasi terutama disumbang dari kenaikan harga beras yang cukup tinggi selama Oktober. Namun pemerintah meyakini, setelah November, harga beras semakin surut seiring hadirnya panen.

(nia/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads