Bali Belum Miliki Pelabuhan Ekspor

Bali Belum Miliki Pelabuhan Ekspor

- detikFinance
Selasa, 09 Nov 2010 10:39 WIB
Denpasar - Ekspor nonmigas merupakan sumber pendapatan penting di Bali. Namun, komoditas ekspor tersebut kalah bersaing dengan negara lain karena pulau dewata belum memiliki pelabuhan ekspor.

Demikian disampaikan Pemimpin Bank Indonesia Denpasar Jeffrey Kairupan pada Seminar dan Pelatihan Ekspo-Impor Bali di Hotel Sanur Paradise, Sanur, Denpasar, Selasa (9/11/2010).

Jeffrey mengatakan ekspor nonmigas, baik barang dan jasa merupakan pendapatan yang penting di Bali. Disebutkan, ekspor nonmigas berkontribusi sebesar 25 persaen dari perekonomian Bali. Secara nasional, share ekspor nonmigas Bali cenderung stagnan, berkisar sebesar 0.5-0.7 persen.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Nilai ekspor Bali mengalami penurunan sebesar 9.26 persen pada tahun 2009, yaitu 556.38 juta US Dolar dibandingkan sebesar 572.07 US Dolar pada tahun 2008. Sedangkan, nilai ekspor pada tahun 2010 hingga Agustus baru mencapai 461.32 US Dolar.

Jeffrey menilai terdapat beberapa tantangan yang menyebabkan ekspor nonmigas kalah bersaing karena Bali belum memiliki pelabuhan ekspor impor. "Barang harus diekspor dari pelabuahn ekspor di luar Bali sehingga menambah biaya pengiriman. Hal ini menyebabkan komoditas ekspor nonmigas Bali kalah bersaing dengan harga barang sejenis dari negara pesaing lainnya," katanya.

Hambatan lainnya yang menyebabkan ekspor Bali kalah bersaing adalah tarif barrier dan hambatan birokrasi. "Tarif barrier, baik tarif ekspor dan impor makin memberatkan eksportir dan importir. Hambatan perizinan menyebabkan inefisiensi dalam proses ekspor dan impor," kata Jeffrey.

Komoditas unggulan ekspor nonmigas andalan Bali berupa ekspor pakaian jadi, ikan tuna,Β  kerajinan kayu serta perak, dan seni, berupa lukisan. Tujuan ekspor Bali terbesar ke negara Amerika Serikat, Jepang, Singapura, dan Hongkong.

Kelemahan daya saing ekspor Bali akibat tidak memiliki pelabuhan diakui oleh Asisten II Pemprov Bali Ketut Wija. Selama ini, ekspor dan impor Bali melalui pelabuhan Tajung Perak, Surabaya sehingga menambah biaya nilai ekspor.

Dulu, ekspor dan impor Bali melalui Pelabuhan Benoa. Namun, fungsi pelabuhan di Denpasar ini telah diubah dari pelabuhan ekpor menjadi pelabuhan pariwisata.

"Membangun pelabuhan ekspor merupakan kebijakan nasional. Membangunnya pun tidak mudah karena harus memiliki ijin dan perjanjian internasional," katanya.

(gds/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads