Demikian disampaikan Menteru Keuangan Agus Martowardojo dalam pembukaan Investor Summit and Capital Market Expo 2010 di Pacific Place, SCBD Sudirman, Jakarta, Rabu (10/11/2010).
"Loan to GDP pada tahun 2000-an itu mencapai 85%. Nah, sekarang sudah 26-27% dan Insya Allah bisa 22-23% di 2014," tutur Agus.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bahkan, lanjut Agus, kepercayaan investor juga sudah terlihat sangat optmistis kepada RI. "Ini terlihat dari membaiknya rating agency. Dan kedepan rating telah memberikan sinyal akan menaikan grade RI," tukasnya.
Dan penurunan rasio utang itu dinilai Agus sebagai salah satu indikator perbaikan ekonomi RI. "Ada beberapa faktor membaiknya perekonomian kita, antara lain kita saat ini bertumpu pada permintaan domestik, kemudian investasi yang menjadi rasio pendorong PDB terus meningkat. Serta ada perbaikan neraca dan utang," ujar Agus.
Seperti diketahui, utang pemerintah Indonesia periode Januari-Oktober 2010 tercatat sebesar Rp 1.664,43 triliun atau berarti bertambah Rp 73,77 triliun selama 10 bulan terakhir. Pada akhir tahun 2009, utang Indonesia tercatat sebesar Rp 1.590,66 triliun.
Angka itu juga berarti meningkat Rp 10.84 triliun dalam sebulan, karena pada akhir September 2010 utang Indonesia tercatat sebesar Rp 1.653,59 triliun.
Jumlah utang Indonesia jumlahnya terus meningkat dari tahun ke tahun, namun rasio utang terhadap PDB memang menunjukkan penurunan. Hal itu sejalan dengan terus meningkatnya PDB Indonesia. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, PDB kuartal III-2010 harga berlaku tercatat naik menjadi Rp 1.654,5 triliun,
Berikut catatan utang pemerintah pusat sejak tahun 2000 berikut rasio utangnya terhadap PDB:
- Tahun 2000: Rp 1.234,28 triliun (89%)
- Tahun 2001: Rp 1.273,18 triliun (77%)
- Tahun 2002: Rp 1.225,15 triliun (67%)
- Tahun 2003: Rp 1.232,5 triliun (61%)
- Tahun 2004: Rp 1.299,5 triliun (57%)
- Tahun 2005: Rp 1.313,5 triliun (47%)
- Tahun 2006: Rp 1,302,16 triliun (39%)
- Tahun 2007: Rp 1.389,41 triliun (35%)
- Tahun 2008: Rp 1.636,74 triliun (33%)
- Tahun 2009: Rp 1.590,66 triliun (28%)
- Oktober 2010: Rp 1.664,43 triliun (26%).
(dru/qom)










































