'Dipromosikan' Obama, Pedagang Bakso Kini Makin Pede

'Dipromosikan' Obama, Pedagang Bakso Kini Makin Pede

- detikFinance
Rabu, 17 Nov 2010 10:35 WIB
Jakarta - 'Promosi' Presiden AS Barack Obama terhadap bakso ternyata mampu mendongkrak rasa percaya diri para penjual bakso di tanah air. Bakso pun kini naik pamornya karena seorang presiden AS saja sudah mau mencicipinya.

Asosiasi Pedagang Mi dan Bakso Indonesia (Apmiso) telah melakukan survei kecil-kecilan terhadap puluhan pedagang bakso di Jawa Timur, terkait hidangan bakso yang dimakan oleh Presiden AS Obama beberapa waktu lalu.

Para pedagang bakso yang disurvei umumnya menyambut sangat gembira karena memberi sinyal adanya keberpihakan bagi kurang lebih 4 juta pelaku bakso di Tanah Air. Selain itu, para pedagang bakso juga mengaku lebih percaya diri (pede) berjualan, karena Obama saja sebagai Presiden AS bersedia memakan bakso.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Komentarnya mereka merasa senang dan adanya pembelaan  terhadap mereka, itu secara psikologis. Kalau secara marketing  ini sebagai promosi, Obama saja mau makan bakso," kata Ketua Umum Apmiso Trisetyo Budiman kepada detikFinance, Rabu (17/11/2010)

Tri menambahkan peristiwa Obama makan bakso semakin mengukuhkan bahwa satu-satunya presiden yang datang ke Indonesia  dan menceritakan kegemarannya pada bakso. Menurutnya Obama  menjadi magnet yang efektif bagi promosi bakso di mata dunia internasional.

"Kita jadi pede, Obama saja nggak malu, kalau ada yang malu (makan bakso) itu keliru namanya," katanya.

Ia juga mengatakan semenjak peristiwa itu, banyak media asing yang mewawancarainya diantaranya Harian Telegraph  dari Australia. Bahkan di Amerika Serikat, saat ini bakso menjadi buah bibir di berbagai media.

Dikatakan Tri, saat ini memang bakso mulai naik daun, namun ia tidak bisa pungkiri masih ada keraguan di masyarakat dalam negeri terhadap kualitas bakso yang dijual oleh para pedagang . Maklum saja masih ada saja isu terkait produk bakso yang mengandung bahan berbahaya dan menggunakan daging yang tak lazim seperti daging tikus.

Menurut Tri, pembinaan terhadap para  anggotanya oleh kementerian perdagangan bidang perlindungan konsumen di 3 provinsi sudah dilakukan. Setidaknya masih ada 19 provinsi belum tersentuh pembinaan.

"Sekarang kita balikan saja ke pemerintah yang  punya  undang-undang kesehatan  dan perlindungan konsumen. Perlu penjelasan soal  black campaign terhadap tukang bakso," serunya.

(hen/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads