Data realisasi penyaluran BBM PSO Januari hingga Oktober 2010 yang dilansir BPH Migas adalah:
- Premium: 18.948.335 KL (88,57% APBN)
- Kerosin/minyak tanah: 2.009.770 KL (52,89% APBN)
- Solar: 10.668.196 KL (95,30% APBN).
"Data diatas belum diverifikasi BPH Migas," ujar Kepala BPH Migas Tubagus Haryono kepada detikFinance, Kamis (18/10/2010).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"BPH Migas meminta Pertamina tetap menyalurkan BBM kepada masyarakat sehingga distribusi tetap lancar dan cukup dan masyarakat tidak perlu khawatir," jelas Tubagus.
Selain itu, BPH Migas juga minta Pertamina untuk terus melakukan upaya mendorong penghematan BBM bersubsidi melalui penataan distribusi sesuai surat BPH Migas no. 501 ttg pengendalian BBM PSO, antara lain memperbanyak dispenser BBM non PSO.
Rencananya, BPH Migas pada hari ini akan mengundang Pertamina, Ditjen Migas dan Kementerian Keuangan untuk mengambil langkah-langkah antisipasi terhadap kelebihan kuota sambil terus melakukan penataan sambil menunggu perubahan PERPRES No 55/2005 dan No 9/2006.
"Untuk tambahan kuota harus ada persetujuan DPR karena terkait dengan APBN," imbuh Tubagus.
Seperti diketahui, BPH Migas memperkirakan konsumsi BBM PSO pada 2010 adalah 38,591 juta KL. Sementara jatah BBM bersubsidi sesuai APBN adalah sebanyak 36,5 juta KL
(qom/qom)











































