Pemerintah Tawarkan Kembali Proyek Monorel di 2011

Pemerintah Tawarkan Kembali Proyek Monorel di 2011

- detikFinance
Senin, 22 Nov 2010 16:47 WIB
Pemerintah Tawarkan Kembali Proyek Monorel di 2011
Jakarta - Meskipun sampai saat ini proyek monorel di Jakarta terkatung-katung dan hanya meninggalkan besi bekas. Pemerintah belum kapok dan akan kembali menawarkan proyek monorel pada tahun 2011.

Namun, Kementerian Pembangunan dan Perencanaan Nasional (PPN)/Bappenas bakal memperketat pemilihan investor untuk proyek monorel sehingga tidak mengulang kegagalan pembiayaan proyek tersebut pada tahun ini. Monorel menjadi salah satu dari 11 proyek yang akan ditawarkan tahun depan.

Direktur Pengembangan Proyek PPP Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN) Bastary Panji Indra menyatakan sebenarnya banyak sekali investor yang berminat menanamkan dananya di sektor infrastruktur seperti Korea, Jepang, Malaysia, dan Eropa.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Jadi banyak grup dari beberapa negara, misal dari Korea, Jepang, Eropa, dan Malaysia, itu banyak sekali tapi proses PPP (Public  Private Partnership) kita kan melalui pelelangan. Jadi kita tidak bisa mengikat dari satu grup atau satu negara. Proyek PPP ini harus melalui pelelangan," ujarnya saat ditemui di Hotel Borobudur, Jakarta, Senin (22/11/2010).

Menurut Bastary, pihaknya akan menawarkan sekitar 11 proyek yang setara dengan Rp 5 triliun di 2011 kepada para investor. Proyek tersebut ditawarkan kepada swasta, karena terlalu memberatkan apabila ditanggung oleh APBN. 

"APBN kita sudah capai dua kali lipat dari sebelumnya, jadi ini hanya PPP saja. Kira-kira ada 11 proyek kita tawarkan 2011," jelasnya.

Adapun kesebelas proyek tersebut antara lain proyek pembangkit listrik tenaga batubara Jawa Tengah, proyek kereta api Kalimantan Tengah, pelabuhan kapal pesiar di Bali, proyek kereta api bandara Cengkareng, serta monorel.

Nilai masing-masing proyek tersebut bervariasi. Bastary menyebutkan saat ini pihak Bappenas masih melakukan penyelesaian studi.

"Bervariasi, ada yang US$ 1 miliar, US$ 1,5 miliar, ada yang puluhan juta dolar juga. Jadi bervariasi ya. Masalahnya proyek-proyek itu masih dalam proses penyelesaian studi dan dokumen tender. Jadi nilainya masih perkiraan semua," ujarnya.

Sedangkan yang terkait proyek monorel, lanjut Bastary, telah diserahkan kepada Pemprov DKI Jakarta karena pemegang konsesi, PT Jakarta Monorail, kesulitan mendanai proyek tersebut. 

"Untuk monorel, investor akan dicari yang baru karena yang lama sudah menyerahkan kepada Pemprov DKI," jelasnya.

Bastary menyatakan banyak investor yang berminat terhadap proyek tersebut. Namun, dengan adanya pengalaman masa lalu, pihaknya akan memperketat seleksi investor monorel.

"Banyak, selalu banyak yang minat. Tapi kan kita harus melakukan, agar tidak  terulang kembali seperti yang lalu. Nanti jangan-jangan kita sudah teken kontrak, ternyata investornya nggak mampu. Tapi kita harus selektif dalam mencari mitra swasta," tandasnya.

Sebagai informasi, proyek monorel telah mandek sejak 2004. Jika masalah pendanaan tersebut bisa terselesaikan, Pemerintah mengharapkan, proyek ini bisa dimulai pada tahun 2014.

"Tahun 2014 paling nggak konstruksinya sudah jalan," pungkasnya.

(nia/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads