Pemerintah mengaku lewat program konversi dari minyak tanah ke elpiji 3 kg bisa melakukan penghematan Rp 19 triliun sampai saat ini. Uang penghematan tersebut dialihkan ke program lain seperti untuk Biaya Operasional Sekolah (BOS), kesehatan, dan raskin.
Demikian disampaikan oleh Dirjen Migas Evita Legowo ketika ditemui di Hotel Manhattan, Jakarta, Kamis (25/11/2010).
"Program konversi ini menghemat uang negara Rp 19 triliun. Jadi konversi ini juga untuk diversifikasi mengurangi ketergantungan terhadap minyak tanah. Elpiji kan lebih aman dari penyalahgunaan," kata Evita.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dikatakan Evita, penggunaan elpiji ini tidak membahayakan, asalkan masyarakat melakukan tahapan-tahapan dengan benar.
"Program konversi ini sudah jalan sejak 2007 dengan sistem kontrol yang ketat terhadap distribusi paket elpiji 3 kg dan dilengkapi dengan peralatan ber-SNI. Pemerintah menjamin paket ini aman," ujar Evita.
Namun, pemerintah tidak menampik seringkali adanya kerusakan dan ketidaklengkapan pada paket elpiji dalam pendistribusiannya. Jika masyarakat mendapatkan paket elpiji yang rusak, bisa segera menukar ke agen elpiji yang telah ditunjuk Pertamina dengan harga terjangkau. (dnl/ang)










































