Hal ini disampaikan oleh Direktur Bisnis dan Manajemen Risiko PLN Murtaqi Syamsuddinsaat ditemui di sela Seminar Strategi Globalisasi Perekonomian Indonesia di Hotel Dharmawangsa, Jakarta, Senin (29/11/2010).
"Untuk 2010 ini akan melebihi. Per sekarang, sudah lebih," ujarnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu, mundurnya penyelesaian proyek pembangkit listrik bertenaga batubara juga menyebabkan PLN harus tetap mengandalkan BBM untuk mengoperasikan pembangkit listriknya, padahal BBM lebih mahal harganya.
"Itu karena tidak terpenuhi pasokan gas. Itu yang pengaruhnya paling besar. Kemudian mundurnya pembangkit (listrik) batubara," ujarnya.
Murtaqi menjelaskan mekanismen pancairan subsidi ini diajukan PLN setiap bulan. Kemudian, pemerintah akan memberikan 90% dari permintaan tersebut.
Sedangkan 10%-nya akan diberikan per triwulan. Namun, walaupun suda dipastikan melampaui target, Murtaqi masih enggan menyebutkan angka realisasi. Pasalnya, realisasi tersebut harus diaudit BPK terlebih dahulu pada akhir tahun.
"Setelah dihitung akan diberikan kepada BPK untuk audit," jelasnya.
Untuk menutupi kelebihan subsidi listrik tersebut, Murtaqi mengaku pihaknya mengeluarkan dana dari kocek sendiri. Nanti kelebihannya, lanjut Murtaqi, pemerintah akan menggantinya pada tahun depan.
"Untuk menutupi itu, kita menggunakan cash flow yang ada," tandasnya.
(nia/dnl)











































