Capai US$ 14,22 Miliar, Ekspor RI Tembus Rekor

Capai US$ 14,22 Miliar, Ekspor RI Tembus Rekor

- detikFinance
Rabu, 01 Des 2010 12:12 WIB
Jakarta - Pada bulan Oktober 2010, nilai ekspor Indonesia mencapai US$ 14,22 miliar atau mengalami kenaikan 16,14% dibanding periode yang sama tahun lalu. Nilai ini tembus rekor baru dalam sejarah.

Demikian disampaikan oleh Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Rusman Heriawan dalam jumpa pers di kantornya, Jalan Dr. Sutomo, Jakarta, Rabu (1/12/2010).

"Ini baru pertama kali di atas US$ 14 miliar," cetus Rusman.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Rusman, nilai ekspor tersebut merupakan rekor baru karena rekor terakhir untuk nilai ekspor dicapai pada Desember 2009 sebesar US$ 13,3 miliar dan Agustus 2010 sebesar US$ 13,7 miliar.

Rusman menyebutkan nilai ekspor migas pada Oktober 2010 mencapai US$ 2,61 miliar, sedangkan non migas sebesar US$ 11,61 miliar. Total ekspor Indonesia pada Januari-Oktober 2010 mencapai US$ 125,13 miliar. Untuk non migas sebesar US$ 103,4 miliar.

Ekspor tersebesar masih dikuasai bahan bakar mineral, seperti batubara dengan nilai US$ 14,84 miliar dan lemak minyak hewan/nabati dengan nilai US$ 12,14 miliar.

"Keduanya selalu bersaing," jelasnya.

Rusman memperkirakan nilai ekspor Indonesia bisa mencapai US$ 150 miliar jika dalam 2 bulan terakhir yakni November dan Desember 2010 nilai ekspor Indonesia mencapai US$ 12 miliar-US$ 13 miliar.

Pada Oktober 2010, pangsa pasar ekspor Indonesia terbesar ke Jepang US$ 11,13 miliar, Amerika Serikat US$ 10,9 miliar, China US$ 10,61 miliar. Dimana porsi ketiganya mencapai (33,48%). Kemudian Uni Eropa US$ 13,57 miliar.

"Dalam tiga bulan ini pangsa ekspor Indonesia ke Singapura bergeser karena pangsa ekspor sedang booming di China" imbuh Rusman.

Untuk impor, sepanjang Oktober 2010 nilai impor Indonesia mencapai US$ 12,15 miliar atau naik 28,8% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Impor migas mencapai US$ 2,38 miliar, dan non migas US$ 9,76 miliar.

Sepanjang Januari-Oktober 2010 total nilai impor Indonesia mencapai US$ 109,54 miliar. Pangsa pasar impor Indonesia adalah China US$ 15,91 miliar, Jepang US$ 13,82 miliar, dan Singapura US$ 8,27 miliar.

"Jadi nilai neraca perdagangan Indonesia pada Oktober surplus 2,07 miliar walaupun pertumbuhan impor lebih tinggi dari ekspor, sementara kumulatif US$ 15,6 miliar," tukas Rusman. (dnl/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads