Emas Siap Kembali ke Rekor Tertinggi

Emas Siap Kembali ke Rekor Tertinggi

- detikFinance
Kamis, 02 Des 2010 08:35 WIB
Emas Siap Kembali ke Rekor Tertinggi
Jakarta - Harga emas dalam beberapa hari terakhir sempat menurun meski tidak terlalu signifikan. Analisa teknikal menunjukkan harga emas siap untuk kembali ke rekor tertingginya yang sempat dicapai pada 11 November lalu, atau bahkan bisa lebih tinggi lagi.

Wahyu Tribowo laksono, Kepala Riset PT Askap Futures untuk Emas dan Valuta Asing menjelaskan, reli harga emas belakangan ini dipicu akibat krisis utang Zona Eropa yang makin mendalam.

"Kondisi ini memicu investor untuk membeli emas sebagai sarana (lindung nilai) hedging terhadap mata uang dan ketidakpastian ekonomi. Emas menguat selama empat bulan berturut-turut, naik sekitar 2 persen di bulan November," jelas Wahyu dalam ulasannya yang dikirimkan ke detikFinance, Kamis (2/12/2010).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pada perdagangan Rabu (1/12/2010) di bursa New York, harga emas di pasar spot tercatat naik 80 sen menjadi US$ 1.388 per ounce setelah sempat melonjak hingga US$ 1.396,70, yang merupakan level tertinggi sejak 12 November. Harga emas mencetak rekor tertingginya di US$ 1.424 pada awal November.

Wahyu menjelaskan, harga emas diuntungkan oleh kecemasan investor terkait masalah utang Irlandia, meskipun Uni Eropa menyetujui paket bantuan darurat, namun ada kekuatiran krisis dapat menyebar ke anggota yang lain seperti Portugal dan Spanyol.

Apalagi Selasa lalu, S&P menyatakan bahwa mereka mungkin akan menurunkan peringkat kredit Portugal terkait kecemasan atas pertumbuhan ekonomi yang lambat. S&P menyatakan dalam laporannya bahwa mereka menetapkan peringkat kredit jangka panjang A- dan jangka pendek A-2 pada 'CreditWatch' dengan 'implikasi negatif'. Proyeksi pertumbuhan yang rendah mencerminkan ketidakmampuan Portugal untuk menurunkan defisit neraca perdagangannya, pernyataan S&P. Outlook kredit Portugal menambah kecemasan bahwa Eropa mungkin belum cukup bertindak untuk meredam krisis hutangnya. Gerakan tersebut mungkin meningkatkan tekanan pada Spanyol, yang telah mencoba untuk menghindari bailout seperti Irlandia dan Yunani.

Memang, krisis utang Eropa ini sempat menekan euro ke level terendahnya terhadap dolar, namun Rabu ini euro menguat untuk pertama kalinya jelang rapat moneter Bank Sentral Eropa (ECB) Kamis.

Wahyu melihat ECB sepertinya akan membiarkan suku bunganya tidak berubah di level terendah dan bahkan akan menunda penarikan program stimulus moneter dan akan membahas masalah penyelesaian krisis hutang Eropa dan penyebarannya dari negara yang bermasalah.

"Potensi penundaan penarikan stimulus inilah yang menjadi pemicu penting penguatan emas kemarin," ujarnya.

Ia menambahkan, dengan penghindaran risiko (risk aversion) yang menajam, tipikal korelasi terbalik emas terhadap dolar melemah, dengan korelasi 25-hari emas/dolar AS berada pada level terlemah pada dua bulan. Emas terhadap euro juga melompat naik 2 persen ke rekor tinggi di 1,067.93 euro per ons, mencatat peningkatan bulanan terbesar sejak Mei, naik 9 persen.

Secara teknikal, lanjut Wahyu, emas gagal mengalami pelemahan setelah ia gagal membentuk pola Head and Shoulder (kepala dan bahu). Pola Head and Shoulder semestinya membentuk pergerakan bergelombang layaknya bentuk kepala dan bahu. Level 1386.90 (tertinggi 14 Oktober) merupakan bahu kiri, lalu level 1424.30 (tertinggi 9 November) sebagai kepala, sedangkan level bahu kirinya harus tidak boleh lebih tinggi dari level bahu kanannya (1386.90). Jika pola Head and Shoulder terbentuk, maka harga bisa melemah ke 1329.40 (terendah16 November) atau level 1314.60 (terendah 22 Oktober) sebagai neck line (garis lehernya). Setelah emas terkonfirmasi menembus level 1386.90 Rabu ini, maka pola Head and Shoulder sepertinya gagal terbentuk.

Ia menjelaskan, sebenarnya pola penguatan emas yang akan membatalkan pola Head and Shoulder ini sudah terlihat sejak emas menembus level 1366.00 Selasa lalu. Level 1366.00 merupakan level garis tren pelemahan yang menghubungkan level 1424.30 (tertinggi 9 November) ke level 1375.60 (tertinggi 26 November).

Penguatan emas lebih jelas terlihat lagi setelah emas menembus level 1366.50, yang merupakan 50% fibonaci dari terendah 22 Oktober 2010 di 1327.70 ke tertinggi 9 November 2010 di 1424.30.

"Dengan demikian, konfirmasi tembusnya level 1386.90 akan membuka jalan emas ke target level 1417.50 (tertinggi 11 November) atau bahkan menguji level 1424.30 kembali. Kecenderungan penguatan ini berlaku selama emas bertahan di atas level 1329.40 (terendah 16 November)," urai Wahyu.
(qom/qom)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads