"Paket ini sudah ditandai dengan adanya logo SNI, oleh karena itu dijamin keamanannya," ujar Deputi Bidang Informasi dan Pemasyarakatan Standardisasi BSN, Dewi Odjar Ratna Komala dalam pertemuan di Hotel Manhattan, Jakarta, Kamis (2/12/2010).
Mengingat masih banyaknya masyarakat yang selama trauma pada tabung elpiji 3 kg tersebut, pemerintah mengatakan selama ini masyarkat tidak pernah melihat sisi keamanan dan cara penggunaannya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dewi juga mengatakan untuk mendukung program konversi ini akan terus dilakukan sosialisasi demi memberi pengetahuan masyarakat luas.
"Nanti akan kita lakukan memberi pelatihan kepada penyuluh yang nanti ditularkan langsung ke konsumen, selain itu untuk masalah anggaran tidak akan dibebankan oleh konsumen untuk masalah sosialisasi ini," jelas Dewi.
Seperti diketahui sebelumnya, pemerintah telah menyalurkan 46,366 juta paket perdana elpiji 3 kg kepada rumah tangga dan usaha menengah hingga Agustus 2010.
Untuk tahun 2011 ini, direncanakan akan didistibusikan sebanyak 3,82 juta paket perdana tersebut. Pemerintah memperkirakan bahwa program konversi ini telah menghemat uang negara sebesar Rp 19 triliun. Nantinya sisa penghematan tersebut dialokasikan untuk BOS, kesehatan, dan raskin.
(dnl/dnl)











































