Pemprov Riau Incar Investor Dubai

Investasi

Pemprov Riau Incar Investor Dubai

- detikFinance
Jumat, 03 Des 2010 02:59 WIB
Pemprov Riau Incar Investor Dubai
Dubai - Pemprov Riau mengincar investor Dubai untuk sektor energi, infrastruktur, industri, pertambangan, perkebunan, perikanan dan pariwisata.

"Upaya tersebut dilakukan melalui Business Lunch Meeting, dihadiri 30 pengusaha menengah atas Dubai, yang berminat untuk investasi dan melakukan bisnis di Indonesia," tutur Sekretaris I Yana Rudiyana kepada detikfinance, Rabu (1/12/2010).

Dalam acara yang berlangsung di The Address Dubai Mall Hotel, (24/11/2010), itu Konjen RI Mansyur Pangeran menjelaskan bahwa Riau sangat prospektif untuk para investor Dubai.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Letak Riau sangat strategis, berbatasan langsung dengan Selat Malaka (salah satu selat tersibuk di dunia) dan kurang dari 1 jam dengan pesawat ke Singapura atau ibukota Jakarta.

Indonesia sendiri, lanjut Mansyur, kondisi perekonomiannya lebih kondusif bagi para investor dan pebisnis asing, dengan total GDP tahun 2010 sebesar US$1.000 miliar, pertumbuhan ekonomi 6% per tahun, proyeksi jumlah kelas menengah sebanyak 52 juta orang di 2015 dan anggota G-20.

Sementara itu Gubernur Riau mengemukakan bahwa pihaknya saat ini aktif melakukan promosi berbagai proyek investasi di Riau kepada para investor asing. Gubernur menjamin akan memfasilitasi sepenuhnya para investor asing di Riau.

Sedangkan Kepala BPPM Riau menjelaskan mengenai kekayaan alam, kondisi ekonomi dan investasi di Riau, dan perkembangan terakhir meliputi unit-unit bisnis yang dimiliki pemerintah Riau, seperti Riau Airlines, Bank Riau dan Riau Petroleum.

Dari hasil pertemuan tersebut tercatat 5 perusahaan meminati sektor infrastruktur dan industri yakni Riedec FZE, Solar Power Solutions, Mohammed Khoory & Sons, Al Badiya dan SMOO Holding.

Untuk sektor pertambangan, Al Salam Investment mengincar investasi batubara. Sebaliknya Roots International Trading ingin mengimpor 25.000 ton batubara dari Riau per bulan.

Perusahaan perkebunan Ocean Rubber Factory, yang telah berbisnis karet dan produk turunannya, ingin mencari peluang melebarkan bisnisnya ke Riau, sementara IFFCO berminat masuk ke perkebunan kelapa sawit.

Perusahaan lainnya, Al Jazirah Investment berminat untuk bisnis dan investasi di sektor perikanan. Sedangkan peminat sektor bahan makanan dan perlengkapan rumahtangga antara lain United Care, Fortune International, Al Ashar Trading, Arabian House General Trading, Capital Team, Al Soja Trading Co, Al Ahramat Al Kubra dan Vandothra Group of Companies.

Sebagai tindaklanjut, Gubernur Riau mengundang para pengusaha Dubai untuk mengunjungi Riau dan melihat secara langsung potensi ekonomi wilayahnya.

Business Lunch Meeting tersebut juga dimanfaatkan untuk mempromosikan pariwisata Riau dengan menampilkan Tari Persembahan, Tari Zapin Riang Rampak dan Tari Bulah Pengikat.

(es/es)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads