Demikian disampaikan bos Para Grup, Chairul Tanjung usai bertemu Tan Sri bersama 13 pengusaha 'kakap' lain di kantornya, Jalan Kapten Tendean, Jakarta Jumat (3/12/2010).
Pengusaha kawakan bidang properti Ciputra, kata Chairul, mengaku 7 tahun lalu mencoba berinvestasi di Negeri Jiran dengan membangun kota mandiri di sekitar Kuala Lumpur atau Johor, namun ditolak. Usai pertemuan tersebut, besar kemungkinan Ciputra kembali masuk ke Malaysia. Apalagi pemerintah Malaysia siap memberi kemudahan insentif.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Chairul menambahkan, pengusaha Indonesia diyakini akan mempertimbangkan 'promosi' Malaysia tersebut. Bahkan, James Riady, CEO Grup Lippo siap masuk ke dalam bisnis rumah sakit (health care).
"Pak Subagio (Wirjoatmodjo- PT Citra Sari Makmur) mau bangun infrastuktur di perbatasan. Antara Serawak dan Kalimantan," ucapnya.
Lain lagi dengan Presiden Komisaris PT Saratoga Investama Sedaya, Edwin Soeryadjaya. Dia menyiapkan dana tak terbatas untuk berinvestasi di Malaysia sepanjang memiliki prospek jangka panjang.
"Pak Edwin Surya, punya banyak uang dan lagi cari proyek. Edwin menantang, jika perusahaan Malaysia butuh uang, kami siap," tuturnya.
"Ini baik. kami menyatakan minatnya. Kita akan tindak lanjuti pertemuan yang akan datang," tegas Chairul.
Tan Sri bahkan menargetkan dalam 10 tahun mendatang hinga 2012 investasi di Malaysia harus mencapai US$ 440 miliar. "Jadi tiap tahunnya, US$ 115 miliar," imbuh Tan Sri.
(wep/dnl)










































