Demikian disampaikan oleh Dirjen Bea dan Cukai Thomas Sugijata saat ditemui di Kantor Ditjen Bea Cukai, Jalan Jend. A. Yani, Jakarta, Jumat (3/12/2010).
"Secara umum realisasi bea cukai untuk tahun ini baik, target tercapai," ujar Thomas.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Karena devisa impor yang tinggi, nilai tukar rupiah yang menguat, berada di bawah asumsi makro sehingga mendorong importasi (devisa meningkat), beberapa fasilitas bea masuk di sektor pertambangan dan mineral dan batubara tidak diperpanjang, sehingga menghasilkan penerimaan bea masuk yang cukup signifikan," paparnya.
Sedangkan untuk penerimaan cukai, Thomas menyebutkan realisasinya sudah mencapai 99,56% dari pagu atau senilai Rp 59,005 triliun. Menurut Dirjen Bea Cukai Thomas Sugijata, realiasasi penerimaan cukai tersebut meningkat sejak diberlakukannya kenaikan cukai untuk minuman beralkohol pada April 2010.
"Dampak kenaikan tarif mulai Januari 2010, dampak kenaikan tarif MMEA dan EA bulan April 2010, dan internal effort DJBC," jelasnya.
Untuk bea keluar, realiasi penerimaan negara telah mencapai Rp 6,165 triliun atau sebesar 113,03% dari target. Hal ini disebabkan adanya kenaikan bea keluar seiring dengan meningkatnya harga CPO dan bijih kakao dunia.
"Sejak bulan September harga referensi CPO meingkat seiring naiknya harga minyak mentah dunia sehingga tarif yang berlaku 4,5%, Oktober 6%, November 10%, serta penerimaan dari biji kakao yang terus meningkat karena tarifnya juga naik 10% di bulan November," tandasnya.
(nia/dnl)











































