Hal ini disampaikan oleh Ketua Dewan Persusuan Teguh Boediana kepada detikFinance, Senin (6/12/2010).
"Harga susu lokal sekarang ini di tingkat peternak harga untuk IPS (industri pengolahan susu) Rp 3.000-3.800 per liter, tergantung kualitas. Sementara harga susu Impor sampai di IPS setara Rp 4.100 per liter," katanya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ini harus digenjot ini peluang, pasarnya pasti. Nanti tahun 2011 belum ada yang signikan," katanya.
Ia menuding upaya pemerintah belum optimal dalam peningkatan produksi susu segar dalam negeri. Misalnya saja belum kuatnya pembiayaan perbankan kepada industri susu yang dijalankan oleh para peternak.
Ia mengatakan produksi susu lokal secara nasional masih 1.400 ton per hari atau setara 1,4 juta liter per hari sementara kebutuhan nasional per hari mencapai 5.000 ton atau 5 juta liter per hari. Sehingga produksi susu lokalΒ hanya baru memenuhi kebutuhan susu dalam negeri di dalam negeri sebesar 30%.
"Secara nasional masih 70% harus impor," imbuh Teguh.
Ia mencontohkan salah satu IPS di dalam negeri yaitu Nestle hingga tahun 2014 masih kekurangan 300.000 liter susu per hari. Sehingga utilisasi produksinya belum maksimal.
Susu lokal yang baru dipenuhi kepada Nestle hanya mencapai 600.000-700.000 liter per hari. Sementara impornya setara mencapai atau 1.000 ton atau 1 juta liter per hari.
"Ini membuktikan produksi susu segar peluangnya sangat besar," katanya.
(hen/dnl)










































