ADB Proyeksikan Ekonomi Asia Timur Melemah di 2011

ADB Proyeksikan Ekonomi Asia Timur Melemah di 2011

- detikFinance
Selasa, 07 Des 2010 16:12 WIB
Hong Kong - Bank Pembangunan Asia (ADB) memprediksi pertumbuhan ekonomi Asia Timur akan melemah pada tahun 2011 setelah mencetak pertumbuhan yang mengesankan di 2010. Pelemahan ekonomi Asia Timur ini merupakan dampak dari pertumbuhan ekonomi global yang melemah.

Perekonomian Asia Timur juga akan melambat karena dikuranginya stimulus fiskal dan  monoter di dalam kawasan ini kemungkinan akan membuat pertumbuhan ekonomi  di kawasan ini akan menurun tahun depan.

Demikian edisi terbaru laporan Asia Economic Monitor yang diluncurkan ADB, Selasa (7/12/2010). Laporan ini menyampaikan perkiraan tentang pertumbukan ekonomi bagi kawasan Asia Timur yang sedang berkembang, yang terdiri dari 10 negara anggota ASEAN plus Republik Rakyat China, Hong Kong, China, Republik  Korea dan Taipei, China.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dalam laporan ini dikatakan, pertumbuhan ekonomi rata-rata di kawasan Asia Timur yang sedang berkembang kemungkinan akan mencapai 7,3% pada tahun 2011 setelah tumbuh sebesar 8,8% pada 2010. Namun prediksi terbaru untuk tahun 2010 lebih tinggi dari prediksi ADB sebelumnya yang dilakukan pada bulan September.

Dalam laporan Perkiraan Perkembangan Ekonomi Asia Yang Diperbarui (Asian Development Outlook Update) pada bulan September, ADB memperkirakan perekonomian kawasan ini akan tumbuh 8,4% tahun ini setelah mencapai pertumbuhan sebesar 5,4% pada tahun 2009.

ADB menjelaskan, perkiraan pertumbuhan pada tahun 2010 yang diubah menjadi lebih tinggi ini, sebagian besar dikarenakan lebih tingginya pertumbuhan di Republik Rakyat China dari perkiraan semula yang diperkirakan oleh ADB akan mencapai 10,1% pada tahun ini. 

Angka ini lebih tinggi dari perkiraan sebelumnya sebesar 9,6% pada bulan September. ADB masih mengharapkan ekonomi Republik Rakyat Cina akan tumbuh sebesar 9,1% pada 2011.

Mengenai kinerja keseluruhan kawasan Asia yang sedang berkembang, yakni 45 perekonomian yang sedang berkembang di Asia Tengah, Asia Timur, Asia Selatan, Asia  Tenggara dan Pasifik, ADB menaikkan perkiraan pertumbuhan kawasan ini  menjadi 8,6% dari angka 8,2% pada perkiraan di bulan September. Perkiraan  untuk pertumbuhan ekonomi di kawasan Asia yang sedang berkembang di tahun 2011 masih 7,3%.

Pertumbuhan di Asia Tengah sekarang diperkirakan akan mencapai 5,9% pada tahun ini dibandingkan dengan perkiraan sebelumnya sebesar 5,1%. ADB memperkirakan perekonomian di Asia Selatan akan tumbuh sebesar 7,8% pada 2010 dimana India diperkirakan akan tumbuh sebesar 8,5% tahun ini. Perkiraan pertumbuhan ekonomi di kawasan Pasifik tetap sebesar 4,3% pada  tahun 2010.

"Pemulihan ekonomi berbentuk huruf V terjadi di kawasan Asia Timur  yang sedang berkembang, dan tantangan bagi kawasan ini adalah menerapkan kebijakan nasional yang akan mengubah pemulihan ekonomi yang cepat ini  menjadi pertumbuhan ekonomi dalam jangka panjang," ujar Iwan Azis, Kepala Kantor Kerja Sama Dan Integrasi Ekonomi ADB (OREI) yang menyiapkan laporan ini.

Ia menjelaskan, risiko yang mungkin timbul di kawasan ini lebih tinggi dari  perkiraan enam bulan lalu. Tantangan kebijakan yang berasal dari lambatnya  pemulihan di negara-negara ekonomi maju, arus modal masuk, inflasi dan  bubble harga yang berpontensi menimbulkan ketidakstabilan dan  proteksionisme.

(qom/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads