Target APBN 2010 Banyak yang 'Terpleset'

Target APBN 2010 Banyak yang 'Terpleset'

- detikFinance
Rabu, 08 Des 2010 17:10 WIB
Jakarta - Pemerintah memperkirakan sejumlah target dalam APBN-P 2010 bakal banyak yang tak sesuai harapan. Buruknya kualitas penyerapan anggaran pemerintah membuat banyak target belanja tak tercapai.

Menteri Keuangan Agus Martowardojo mengatakan, untuk kedua kalinya pemerintah merevisi target defisit anggaran 2010 karena penyerapan anggaran yang melempem. Defisit anggaran bakal berada di bawah 1,5% atau di bawah Rp 95,1 triliun.

"Saya rasa kok rasanya, defisitnya bisa di bawah 1,5% ya," ujar Agus di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (8/12/2010).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Penyerapan belanja negara sampai dengan 30 November ini, ungkap Agus Marto, hanya sebesar Rp 817, 2 triliun atau 72,6% dari total belanja di APBN-P. Sementara tahun lalu penyerapannya sebesar Rp 759,8 triliun atau 75,8%. Namun, pada akhir tahun diperkirakan akan meningkat karena banyak realisasi fisik yang belum terbayarkan. 

Sebagaimana diketahui, awalnya pemerintah memproyeksikan defisit anggaran tahun ini sebesar 2,1% dari PDB atau sekitar Rp 133,7 triliun. Namun pada pertengahan semester pemerintah mengkoreksinya menjadi 1,5 % dari PDB atau sekitar Rp 95,1 triliun.

"Nah sekarang itu kemungkinan bisa di bawah 1,5 persen," ujarnya kembali.

Agus mengakui rendahnya penyerapan belanja tersebut dapat mempengaruhi penerimaan negara melalui pajak. Karena penerimaan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) tersebut sejalan dengan belanja. Meski demikian pemerintah tetap yakin penerimaan negara sampai dengan akhir tahun mencapai 100%.

"Kalau belanja barangnya tidak tinggi, bisa mempengaruhi penerimaan pajak juga. Tapi secara umum saya harapkan penerimaan pajak bisa capai 100%," paparnya.

Sampai dengan 30 November kemarin penerimaan Ditjen Pajak plus PPh migas telah mencapai Rp 533,574 triliun atau telah terealisasi 80,7% dari target yang ditetapkan (APBN-P 2010) Rp 661,498 triliun. Penerimaan tertinggi masih berasal dari PPh non migas yakni sebesar Rp 264,082 triliun. 

Sebelumnya Dirjen Pajak Mochamad Tjiptardjo mengatakan penerimaan pajak tahun ini masih akan tergantung dari penyerapan belanja pemerintah dan daerah. Dengan penyelesaian sejumlah proyek yang biasanya selesai pada akhir tahun tersebut diharapkan dapat menambah penerimaan pajak.

"Jadi tergantung penyerapannya kalau rendah maka juga akan berpengaruh ke pajak," jelas Tjiptardjo pekan lalu.

Kemudian untuk inflasi, Agus menyebutkan akan melebihi target pemerintah dan Bank Indonesia sebesar 5% plus minus 1% atau melebihi 6%. Padahal, target tersebut sudah melebihi target dalam APBN-P 2010 sebesar 5,3%.

"Kebetulan kita awalnya sudah tetapkan 5,3%, jadi kita harus jaga untuk bisa capai 5,3%. Cuma tantangannya memang cukup besar. Sekarang ini kan sampai November, untuk 6% itu tinggal 0,02%. Jadi kelihatannya itu akan sedikit terlewati ya. Tapi yang tahun 2011 dari awal kita musti hati-hati," tandasnya.
(nia/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads