Pertemuan pemerintah dengan Komisi VII DPR untuk membahas soal pembatasan konsumsi BBM bersubsidi akan dilakukan Senin (13/12/2010). Menteri ESDM Darwin Saleh meminta rapat tersebut dilakukan tertutup.
Entah apa alasan Darwin meminta rapat tersebut dilakukan secara tertutup. Namun Darwin mengatakan, dirinya siap menerima segala kritikan dari DPR terkait kebijakan pembatasan BBM subsidi ini.
"Kami usulkan pembahasan pembatasan BBM bersubsidi 2011 diagendakan Senin (13/12/2010). Kiranya rapat hari Senin dilakukan tertutup karena ini merupakan bentuk kesungguhan kami menyiapkan mekanisme dengan sebaik-baiknya dan menerima kritikan seluasnya," kata Darwin di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (9/12/2010).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di tempat yang sama, Ketua Komisi VII DPR Teuku Riefky Harsa mengatakan dijadwalkan tentatif pembahasan soal pembatasan BBM bersubsidi dilakukan Senin pekan depan. Komisi VII akan turut mengundang Menko Perekonomian Hatta Rajasa untuk membahas ini.
"Nanti akan mengundang Menko Perekonomian untuk Senin mendatang mengingat ada faktor lain di luar wewenang Kementerian ESDM terkait pengaturan BBM subsidi 2011," ujar Riefky.
Riefky juga menyetujui rapat dilakukan tertutup dengan alasan yang berbeda. "Jika rapat nanti dibiarkan terbuka tanpa ada keputusan maka takut ada terjadi kepanikan di masyarakat," tukas Riefky.
Seperti diketahui, pemerintah menyiapkan 2 opsi untuk mekanisme pengaturan konsumsi BBM bersubsidi pada tahun depan. Opsinya antara larangan menggunakan BBM bersubsidi untuk semua mobil plat hitam atau mobil di atas tahun 2005. Namun sepertinya pemerintah memilih opsi pelarangan premium untuk semua mobil plat hitam.
Hal itu dilakukan seiring terus meningkatnya konsumsi BBM akibat meningkatnya pertumbuhan kendaraan. Akibatnya, konsumsi BBM pada tahun 2010 ini saja sudah melebihi jatah APBN.
Untuk tahun ini saja, konsumsi BBM diprediksi melonjak menjadi 38 juta kiloliter, di atas jatah APBN 2010 sebanyak 36,5 juta kiloliter. Tanpa pembatasan BBM bersubsidi pada tahun 2011, konsumsi akan meningkat lagi sebanyak 10%.
(dnl/ang)











































