Pemerintahan Malaka benar-benar sudah siap untuk membangun jembatan yang menghubungkan Malaka-Sumatera ini. Malah dalam pemaparannya, pemerintah Malaka dan investor hanya menunggu kepastian pemerintah Indonesia.
"Kalau memang pemerintah Indonesia sudah setuju, kita langsung bangun jembatan itu. Kita berharap, pemerintah bersedia untuk bekerjasama dalam pembangunan jembatan ini," kata Menteri Ekonomi Malaka, Datuk Seri Moh Ali Bin Rustam kepada wartawan, di restoran Majestik, Malaka, Senin (20/12/2010).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Hitungannya selama 4 tahun dilakukan pengkajian, survey dan 6 tahun pelaksanaan kontruksi. Dengan hitungan 10 tahun jembatan akan selesai," kata Datuk Seri Moh Ali.
Bila pemerintah Indonesia menerima tawaran pihak Malaysia, itu sama saja Indonesia akan mengelola Jembatan Selat Malaka menjelang keruntuhannya.
Lihat saja, usia jembatan 120 tahun. Selama 80 tahun tetap dikelola Malaysia karena merasa negara tetangga ini yang mendanainya.
Sisanya 40 tahun baru dikelola secara bersama, artinya Malaysia mendapat jatah pengelolaan kembali 20 tahun lagi. Sisa 20 tahun baru Indonesia yang mengelola ketika kondisi jembatan mulai uzur dan butuh banyak perbaikan di sana sini.
Bila kondisinya demikian, wajar sajalah bila Pemerintah Indonesia cuek terhadap rencana itu. Apalagi pihak Malaysia tidak memberikan kesempatan kerjasama dengan pihak swasta Indonesia dalam pembangunan jembatan itu.
(cha/dnl)










































