Hal ini disampaikan oleh Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu ketika ditemui di kantor Menko Perekonomian, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Rabu (22/12/2010).
"Ya yang sudah itu, 1,08 juta ton ditambah 250 ribu ton sekarang jadi 1,33 juta ton," ujar Mari.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Bulog itu kan ketersedian harus 1,5 juta ton dengan pengadaan dalam negeri dan impor. Per hari ini 1,3 juta ton di mana 600 ribu akan disalurkan pada akhir bulan ini, sisananya Januari dan Februari," ujarnya.
Dengan ketersediaan beras yang cukup, lanjut Hatta, pemerintah berharap dapat mengantisipasi kenaikan harga pangan dunia yang sangat drastis dibandingkan harga pangan nasional sehingga mampu menekan inflasi.
"Beras cukup aman, kalau ada lonjakan harga kita harapkan tidak terjadi. Jadi kalau ada kenaikan, kita dapat antisipasi. Beras itu harus cukup dijaga stok, tentu kita tidak ingin terjadi inflasi," ujarnya.
Untuk menjaga harga pangan tersebut, Hatta menyatakan pemerintah tetap melakukan operasi pasar.
"Operasi pasar kita intensifkan di seluruh wilayah yang mengalami kenaikan 5% ke atas dan disesuaikan konsumsi masyarakat," ujarnya.
Selain itu, lanjut Hatta, pemerintah akan segera merampungkan 2 Inpres (Instruksi Presiden) yang terkait dengan perubahan iklim dan fleksibilitas Bulog.
(nia/dnl)










































