"Kita lihat bawah defisit anggaran kita pada tahun ini diperkirakan hanya 1,1 persen atau Rp 72,4 triliun," ujar Menteri Keuangan Agus Martowardojo dalam konferensi pers di Gedung Kementerian Keuangan, Jalan Wahidin Raya, Jakarta, Selasa (28/12/2010).
Berdasarkan data Kementerian Keuangan per 23 Desember 2010, besar defisit dalam anggaran tercatat mencapai Rp 24 triliun atau 18% dari proyeksi defisit Rp 133,7 triliun.
Β
Dalam APBN-P 2010, defisit diasumsikan sebesar 2,1%, tetapi pada laporan realisasi pertengahan tahun Agus Marto menyebutkan defisit direvisi menjadi 1,5%.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Β
Agus Marto menyatakan rendahnya asumsi defisit tersebut, sehubungan dengan rendahnya penyerapan anggaran. Dia mengungkapkan beberapa kendala teknis dan non teknisΒ seperti tender, pembebasan lahan hingga prasyarat pencairan anggaran yang tidakΒ sesuai menjadi penyebab rendahnya penyerapan baik di tingkat pemerintah pusatΒ maupun daerah.
Β
"Ini adalah kondisi yang merupakan khas dari anggaran kita. Ini merupakan tantangan supaya kita lebih baik, tapi kita yakin penyerapannya tahun ini akan lebih baik," jelasnya.
Β
Per 23 Desember 2010, realisasi belanja negara telah mencapai Rp 936,2 triliun atau 83,1 persen dari target. Sampai dengan akhir tahun belanja negara diperkirakan akan mencapai Rp 1079,5 itu 95,9 persen dari target Rp 1.126,1 triliun. Jumlah ini lebih baik dibandingkan dengan tahun lalu yang hanya mampu menyerap 93,7 persen. Khusus, untuk Belanja Kementrian Kelembagaan baru terealisasi Rp 305,3 triliun dari pagu anggaran Rp 366 triliun.
Β
"Akhir tahun kita perkirakan 93,6 persen. Kemarin itu sudah lapor bahwa ada 11.600 surat permintaan membayar itu kemarin. Itu totalnya yang harus dibayarkanΒ Rp 38 triliun. Jadi akhir tahun ini akan banyak anggaran itu yang akan dikeluarkan," ujarnya.
Β
Sementara itu, pendapatan negara sampai dengan 23 desember 2010 telah mencapai Rp 912,2 triliun atau 91,9 persen dari target Rp 992,4 triliun. Sementara proyeksi akhir tahun diperkirakan akan mencapai Rp 1007,5 triliun atau melampaui target APBN P. Untuk penerimaan perpajakannya sampai saat ini masih Rp 680 triliun atau baru sebesar 91,5 persen dari target Rp 743,3 triliun. Hingga akhir tahun ini, pemerintah memperkirakan penerimaan perpajakan akan mencapai Rp 746,6Β triliun atau 100,4 persen.
Sementara Penerimaan Negara Bukan Pajak telah mencapai Rp 230,4 triliun. Jumlah ini sudah 93,2 persen dibandingkan APBN P.
"Sampai akhir tahun kita harapkanΒ akan mencapai Rp 258,6 atau lebih besar dari target Rp 247,2," ujarnya.
Β
Wakil Menteri Keuangan Anny Ratnawati menambahkan, rendahnya angka defisit tersebut sehubungan dengan pendapatan pemerintah yang cukup tinggi. Sehingga
kalaupun tinggi penyerapan belanja lebih tinggi dibandingkan dengan tahun lalu, namun kenaikan pendapatannya jauh lebih besar.
"Makanya masih rendah. Jadi proyeksi itu selalu mengikuti," katanya.
Β
Sedangkan untuk posisi Selisih Lebih Pembiayaan Anggaran (Silpa) pada tahun ini diperkirakan akan mencapai Rp 23,2 triliun. Kelebihan pembiyaan tersebut rencananya akan dipergunakan pada tahun 2011 untuk menutupi kekurangan subsidi listrik 2009 sebesar Rp 4,6 triliun serta untuk membayar kekurangan subsidi listirk pada tahun 2010.
"Kekurangan nya ini hanya masalah fuel mix nanti kita sedang hitung kekurangannya," tandasnya.
(nia/qom)











































