3 Hal yang Harus jadi Fokus Perhatian Ekonomi di 2011

3 Hal yang Harus jadi Fokus Perhatian Ekonomi di 2011

- detikFinance
Rabu, 29 Des 2010 14:31 WIB
Jakarta - Menghadapi tahun 2011, diperlukan penerapan kebijakan stabilitas makro yang hati-hati serta memperhatikan momentum pertumbuhan ekonomi yang secara khusus terkait dengan keberlanjutan fiskal (Fiscal Sustainability), Ketahanan Pangan, dan Ketanahan Energi.

Hal ini disampaikan oleh Menteri PPN/Kepala Bappenas, Armida Alisjahbana ketika dalam konferensi pers yang dilaksanakan di kantor Bappenas, Jakarta, Rabu (29/12/2010).

"Menghadapi ekonomi 2011, perlu ada penerapan kebijakan stabilitas makro yang hati-hati, serta upaya menjaga momentum pertumbuhan ekonomi dalam situasi dan kondisi gejolak global," ujarnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Armida mengatakan, ada tiga momentum khusus yang perlu diperhatikan terkait masalah perekonomian di tahun 2011 yakni keberlanjutan fiskal, ketahanan pangan, dan ketahanan energi.

"Untuk keberlanjutan fiskal, haruslah memperhatikan besaran belanja negara dalam RAPBN 2011 yang mencapai Rp 1.202 triliun. Anggaran dana tersebut terdiri dari belanja pemerintah pusat Rp 823,6 triliun, dan belanja ke daerah Rp 378,4 triliun," kata Armida.

Terkaitan sisi ketahanan pangan, lanjut Armida, dikatakan bahwa produksi bahan pangan domestik mempunyai kecenderungan meningkat, namun ada beberapa diantaranya yang menurun.

"Pertumbuhan produksi pangan mampu melebihi pertumbuhan penduduk (1,27% per tahun). Tapi, pertumbuhan produksi beras, tebu, dan daging belum mampu seiring dengan pertumbuhan ekonomi nasional (5,79% per tahun)," ujar Armida.

Ia kemudian melanjutkan, untuk harga bahan pangan tingkat domestik terus naik tiap tahun. Begitu juga dengan harga pangan yang mengacu pada sisi internasional.

"Perkembangan tiga bulan terakhir (Sep-Okt-Nov 2010) juga masih menunjukkan adanya kecenderungan kenaikan harga pangan dunia seperti beras, gula, jagung, dan gandum," ungkapnya.

Armida menjelaskan, terkait ketahanan pangan, perlu ada rencana antisipasi berupa respon terhadap kemungkinan puso akibat bencana alam harus dimantapkan lagi untuk replanting. Kemudian, implementasi terhadap perlindungan, perluasan lahan pangan, dan pemanfaatan lahan terlantar perlu segera dikonkritkan. Lalu perlunya penguatan produksi pangan domestik.

"Kita juga perlu antisipasi stok dan stabilitasi harga yang tepat waktu, serta kita juga perlu meningkatkan efektivitas sistem logistik dan distribusi bahan pangan," tambahnya.

Untuk ketahanan energi, Armida mengatakan pilihan terbaik bagi Indonesia adalah adanya penerapan energi terbarukan (EBT), seperti Geothermal misalnya. Mengingat semakin menurunnya sumber cadangan minyak di Indonesia serta adanya fluktuasi harga minyak bumi tiap bulan.

"Hingga saat ini, jumlah pengembangan energi terbarukan masih terbatas terkendala dengan tingginya biaya produksi, sedangkan perencanaan pengembangan listrik baru dilaksanakan di 2010-2014 mendatang," tutur Armida.
Β 
"Menghadapi perekonomian tahun 2011 mendatang, kami menghimbau supaya seluruh stakeholders perlu memperhatikan ketiga hal tersebut. Termasuk langkah antisipasinya sehingga pencapaian target perekonomian nasional dapat terwujud," tambah Armida.

(nrs/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads