Ekspor Sayur dan Buah RI Naik di Pasar Singapura

Ekspor Sayur dan Buah RI Naik di Pasar Singapura

- detikFinance
Rabu, 29 Des 2010 14:33 WIB
Jakarta - Menteri Pertanian Suswono mengklaim telah terjadi peningkatan pangsa pasar ekspor untuk buah dan sayur Indonesia di pasar Singapura. Hal ini karena telah dijalinnya kerjasama dengan Singapura dan China sejak tahun 2009.

“Peningkatan kontribusi sayur dan buah Indonesia di pasar Singapura meningkat dari 6,1% pada 2009 menjadi 10% pada 2010. Selain itu, peningkatan akses pasar buah-buahan ke China melalui kesepakatan Protokol Karantina untuk buah salak dan manggis. Untuk 10 buah lainnya akan segera diselesaikan,” kata Suswono di kantornya, Rabu (29/12/2010)  

Menurut Suswono Kementerian Pertanian juga telah berhasil mendorong adanya penanaman modal asing maupun lokal di bidang pertanian yang sejak periode 1 Januari-30 September 2010 tercatat beberapa realisasinya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

“Realisasi proyek PMDN sektor pertanian sebanyak 261 proyek dengan realisasi nilai investasi sebesar Rp 19,87 trilyun. Untuk realisasi proyek PMA sektor pertanian yaitu sebanyak 250 proyek dengan nilai investasi sebesar US$ 1,61 miliar,” terang Suswono. 

Disinggung mengenai produksi padi, Suswono mengatakan bahwa berdasarkan ARAM-III tahun 2010 (Angka Ramalan III) mencapai angka tertinggi, yaitu sebesar 65,98 juta ton atau meningkat 2,46% bila dibandingkan tahun 2009.

“Dengan pencapaian produksi padi ini sudah surplus untuk memenuhi kebutuhan konsumsi domestik. Namun demikian, saat ini tetap dilakukan impor beras dalam jumlah tertentu, misal dari Thailand dan Vietnam, guna menjaga stok pangan di Bulog,” ungkapnya.

Di tengah iklim yang serba tak menentu, Suswono dalam laporan evaluasi kerja 2010 bahwa Kementerian Pertanian berhasil mengamankan stabilitas ekonomi dengan beberapa pencapaian.

“Pencapaian yang telah diraih oleh Kementerian Pertanian adalah pertumbuhan PDP pertanian (dalam arti luas) hingga triwulan ke-3 tahun 2010 tumbuh sebesar 2,6 % bila dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu. Dari segi penyerapan tenaga kerja, hingga Agustus 2010 mencapai 41,4 juta orang, dan neraca perdagangan hingga bulan Agustus 2010 telah surplus sebesar US$ 10,08 miliar,” ungkap Suswono.

(nin/hen)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads