Demikian diungkapkan oleh Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa ketika ditemui di Menara Kadin, Jalan Rasuna Said, Jakarta, Selasa (11/1/2011).
"Kita ingin menjadi leader di ASEAN, dimana mulai disiapkan sejak 2011 ini bagaimana untuk meningkatkan daya saing dan fokus utama kita at least ada kemajuan yang signifikan di bidang ekonomi terutama di kawasan ASEAN," ujar Marty.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di tempat yang sama Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Suryo Bambang Sulistyo mengatakan Indonesia memang layak menjadi leader atau pemimpin ASEAN. Menurutnya, AEC menjadi sebuah even yang tepat untuk membuktikan jati diri Indonesia.
"Kita kan terbesar dari PDB saja sudah terlihat, marilah kita tunjukkan tidak hanya menjadi tuan rumah namun pemimpin ASEAN. Yang paling penting industri kita ini dibuat memiliki daya saing yang tinggi," jelasnya.
AEC alias Masyarakat Ekonomi ASEAN adalah sebuah revolusi ekonomi Asean di mana menjadikan sebuah wilayah regional yang tidak memiliki batas untuk melakukan pergerakan barang dan jasa serta tenaga kerja yang didukung oleh modal baik domestik maupun asing.
Menteri Perdagangan Mari Elka Pengestu mengatakan Indonesia sebagai negara anggota ASEAN yang ikut mensetujui pembentukan Masyarakat Ekonomi Asean harus menghadapi berbagai tantangan di bidang ekonomi khususnya domestik.
"Kesiapan Indonesia untuk membuka pasar ekonomi bebas di tingkat regional mau tidak mau memberikan perhatian serius bagi pihak pemerintah sebagai aktor negara dan pelaku-pelaku ekonomi lainnya atau aktor non negara yaitu pengusaha dan organisasi ekonomi," jelasnya.
Lebih jauh Mari mengatakan percepatan keputusan negara ASEAN untuk membentuk MEA yang pada awalnya akan dimulai pada tahun 2020 menjadi 2015 menggambarkan tekad ASEAN untuk segera meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan daya saing antar sesama negara anggota ASEAN untuk menghadapi persaingan global.
(dru/dnl)











































