"Tidak ada Airlines yang zero delay karena banyak faktor. Di Amerika Serikat saja dari 7 dari 10 penerbangan itu bisa dipastikan delay atau terlambat," ujar Direktur Utama Garuda Indonesia Emirsyah Satar ketika ditemui disela acara Roadshow IPO Garuda, Hotel Four Seasons, Central, Hong Kong, Senin (17/1/2011).
Menurut Emir, dari statistik rute penerbangan di Asia, sebanyak 85 dari 100 rute penerbangan pasti mengalami keterlambatan atau delay. Hal ini disebabkan karena beberapa faktor terutama cuaca.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun, Emir mengklaim saat ini Garuda merupakan salah satu Airlines yang tingkat keterlambatannya amat sangat rendah. Menurutnya, dengan adanya sistem integrasi yang baru seluruh data rotasi awak pesawat terintegrasi.
"Kita ada 320 flight penerbangan. Nah, untuk saat ini sekitar 15 dari 45 fligth mengalami delay dan ini standar sekali atau biasa," ujarnya.
Lebih jauh Emir mengatakan tingkat 'zero delay' Garuda sampai dengan saat ini naik dari rata-rata perusahaan maskapai nasional. Kedepan, Emir mengharapkan akan terus berusaha mengatasi masalah-masalah yang terkait dengan ketepatan waktu pemberangkatan.
"Garuda itu tingkat zero delayed-nya 90% jauh diatas rata-rata perusahaan perbangan domestik yang hanya sebesar 85%. Kedepan akan terus kita tingkatkan kembali," imbuh Emir.
Terbangi Seluruh Indonesia
Dalam kesempatan itu, Emirsyah juga mengatakan, Garuda bercita-cita untuk terbang keseluruh Ibukota provinsi di Indonesia. Pada 16 Februari 2011 Garuda akan melayani rute penerbangan baru yakni ke provinsi Gorontalo.
"Kita bercita-cita untuk terbang ke semua Ibukota Provinsi di Indonesia. Saat ini rute yang belum ada 3 yakni Gorontalo, Belitung dan Bengkulu, khusus untuk Gorontalo itu akan dibuka rute mulai 16 Februrari 2011 melalui Makassar," ujar Emir.
Menurut Emir, pangsa pasar Garuda khusus untuk dalam negeri yakni 19% dari seluruh pasar domestik yang berjumlah 50 juta. Walaupun belum menjadi yang nomor satu di tingkat nasional, Emir mengharapkan dengan adanya ekspansi bisnis kedepan maka nantinya dapat melampaui perusahaan penerbangan lainnya.
"Salah satunya melalui Citilink yang akan mengambil rute penerbangan Mandala," kata Dia.
Emir juga mengatakan, khusus untuk rute penerbangan keluar negeri dirinya mengatakan Garuda akan membuka rute baru ke Taipei dan India dalam waktu dekat. "Selain itui menambah frekuensi lagi untuk Hongkong, Sydney dan Melbourne," tambahnya.
Pada tahun 2012 nantinya Garuda akan resmi bergabung secar penuh dalam Sky Team. Nantinya, Emir mengatakan dengan secara penuh bergabung maka jaringa Garuda akan semakin luas untuk rute penerbangan.
"Antara lain untuk ke AS, bisa melalui Tokyo dan Amsterdam juga. Ini mengembangkan network tanpa investasi ketika Garuda bergabung secara penuh ke Sky Team," kata Dia.
(dru/qom)











































