Tjiptardjo Bantah Diganti Karena Kasus Gayus

Tjiptardjo Bantah Diganti Karena Kasus Gayus

- detikFinance
Jumat, 21 Jan 2011 12:27 WIB
Jakarta - Mantan Dirjen Pajak Mochammad Tjiptardjo membantah penggantian dirinya berkaitan dengan kasus Gayus Tambunan. Menurut Tjiptardjo, pergantian ini bersifat alami ketika masa jabatannya akan segera habis.

"Kan ini kan apa namanya, bukan berhenti tapi diganti. Ini kan alami saja. Jadi supaya yang ganti itu di awal tahun sudah bisa. Kalau diganti di tengah tahun kan waktunya takut kecolongan ya. Jadi biar di awal tahun Pak Fuad Rahmany cepat gitu. Tidak berkaitan (dengan Gayus), karena alami saja, pas waktunya bersamaan saja. Supaya diharapakan ada efisiensi," ujar Tjiptardjo usai acara pelantikan pejabat eselon I di Kementerian keuangan, Jalan wahidin Raya, Jakarta, Jumat (21/1/2011).

Hari ini, Tjiptardjo resmi diganti oleh Fuad Rahmany sebagai Dirjen Pajak baru. Tjiptardjo memang akan memasuki masa pensiun pada Mei 2011 nanti.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tjiptardjo mengharapkan dengan kepemimpinan Fuad, Ditjen Pajak akan lebih baik lagi dan segala program Menteri keuangan terkait perpajakan dapat dilanjutkan.

"Saya bukan guru, kasih-kasih PR (ke Fuad). Itu artinya dia harus melanjutkan program-program yang sudah disiapkan oleh Pak Menteri yang berkaitan dengan pajak. Misalkan seperti yang kita buat bersama yaitu program CRASH, menyiapkan desain dari kebijakan. Ke depan kami harus antisipasi kan?" ujarnya.

Tjiptardjo mengakui mendapat pengalaman yang luar biasa menjadi Dirjen pajak apalagi dalam menjaga penerimaan negara.

"Kesan saya ya selaku Dirjen Pajak bukan main, itu instansi yang strategis dan mengelolanya memang harus dikelola dengan sungguh-sungguh karena negara itu tergantung dari penerimaan pajak. Yang berat artinya tugas yang diemban itu berat, karena (memungut) Rp 718 triliun itu kan nggak gampang. Mana ada orang yang bayar ikhlas? Nggak ada yang ikhlas. Ini yang kita sosialisasi, mengajak pajak untuk membayar, soal kejujuran," curhatnya.

Dalam mendekati masa-masa pensiun hingga Mei nanti, Tjiptardjo mengakui masih tetap bekerja untuk Kementerian Keuangan dan Ditjen Pajak, tentunya sambil mempersiapkan memasuki masa pensiun. Dia mengaku senang dalam memasuki masa pensiun. Pasalnya akan memiliki waktu lebih banyak untuk keluarga.

"Saya harus menikmati pribadi yang selama ini saya berikan kepada negara, saya jadi ada waktu untuk keluarga, cucu. Untuk pribadi saya. Otomatis kalau kita mengabdi kita harus mengutamakan negara," tandasnya.
(nia/dnl)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads