BPS: Inflasi Januari 'Luar Biasa' Karena Harga Cabai Rawit

BPS: Inflasi Januari 'Luar Biasa' Karena Harga Cabai Rawit

- detikFinance
Selasa, 01 Feb 2011 13:29 WIB
BPS: Inflasi Januari Luar Biasa Karena Harga Cabai Rawit
Jakarta - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi bulan Januari 2011 sebesar 0,89%. Tingginya inflasi itu terutama disumbang dari beras dan cabai rawit dengan sumbangan inflasi hingga 0,11%.

"Jadi inflasi bulan ini luar biasa nih karena cabai rawit, benar-benar pedas," ujar Rusman saat konferensi pers di kantornya, Jalan Dr.Sutomo, Jakarta, Selasa (1/2/2011).

Rusman menyampaikan kenaikan hargha cabai disebabkan 2 hal yaitu pengurangan lahan cabai dan anomali musim. Menurutnya, pengurangan lahan cabai karena adanya traumatik para petani cabai yang sempat mengalami kerugian sewaktu harga cabai sempat jatuh hingga Rp 3 ribu per kilo.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ada traumatik dari petani, pernah 3 ribu padahal harga sebelumnya 7-8 ribu, itu rugi besar sehingga ada dampak psikologi. Pertama, dia membiarkan lahannya tidak ditanami cabai. Kedua, mereka tidak mampu menanam cabai. Jadi ada pengurangan lahan," ujarnya.

Sedangkan, anomali musim, lanjut Rusman, menyebabkan cabai yang merupakan tanaman sensitif, terganggun pertumbuhannya.

"Anomali musim menyebabkan tanaman kurang cahaya matahari, apalgi cabai bisa dikatakan tanaman yang sensitif," ujarnya.

Selain cabai dan beras, ikan segar juga memberikan sumbangan terhadap inflasi sebesar 0,09%, cabai merah sebesar 0,07%, bawang merah sebesar 0,07%, sewa rumah sebesar 0,06%, minyak goreng sebesar 0,05%, rekreasi sebesar 0,03%

"Ikan segar ini karena cuaca memengaruhi suplai, sedangkan sewa rumah kan biasanya pemilik rumah atau kos mereview harga sewanya per tahun," ungkap Rusman.

Rusman menyatakan kenaikan harga Pertamax juga memberikan sumbangan terhadap inflasi yaitu sebesar 0,02%. Namun, ada juga komoditas yang menarik inflasi ke bawah yaitu tomat sayur dan bawang putih sebesar 0,01%.

BPS mencatat inflasi Januari 2011 mencapai 0,89%, dengan begitu laju inflasi year on year (Januari 2011 dibanding Januari 2010) mencapai 7,02%.

(nia/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads