"Yang penting bagi pengusaha stabilitas politik di Timur Tengah terjaga, sehingga harga minyak pun bisa stabil, ini membantu juga pengusaha di Indonesia," kata Ketua Umum Himpunan Pengusaha Indonesia (HIPMI) Erwin Aksa di lokasi Aula Direktorat Metrologi Kemendag, Bandung, Sabtu (12/2/2011).
Erwin menambahkan mundurnya Hosni Mubarak diharapkan bisa memicu stabilitas di kawasan Mesir termasuk Timur Tengah. Implikasi stablitas Timur Tengah, bukan hanya pada harga minyak dunia, namun berimplikasi pada pasar ekspor pengusaha Indonesia ke Timur Tengah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pasar ekspor produk Indonesia, ke Mesir selama ini banyak didominasi dari produk tekstil, sawit atau crude palm oil (CPO), dan lain-lain. Sampai saat ini, anggota HIPMI sendiri belum ada keluhan terhadap krisis politik yang ada di Timur Tengah.
Seperti diketahui, krisis politik yang terjadi di Mesir sekitar dua pekan ini telah menimbulkan ketidakpastian di pasar keuangan dunia, termasuk harga komoditas seperti emas termasuk minyak.
Harga minyak dan emas turun usai berita mundurnya Presiden Mesir Hosni Mubarak. Indeks-indeks saham dunia juga ikut menguat karena sentimen positif tersebut.
Harga minyak di AS turun US$ 1,24 atau 1,43% ke level US$ 85,49 per barel. Sementara harga emas turun US$ 2,98 atau 0,22% ke level US$ 1.358,5 per ounce.
(hen/dnl)











































