16 Ribu Ton Limbah Menumpuk di Balongan

16 Ribu Ton Limbah Menumpuk di Balongan

- detikFinance
Sabtu, 15 Mei 2004 02:40 WIB
Jakarta - Hingga kini terdapat 16 ribu ton limbah jenis B3 (bahan beracun berbahaya) di unit pengolahan VI Balongan Pertamina akibat dihentikannya pengiriman limbah pada PT Persada Pemusnah Limbah Industri (PPLI) sejak 1998. Penghentian itu dilakukan sehubungan dengan adanya dugaan KKN karena PPLI dimiliki keluarga CendanaDemikian diungkapkan General Manager Unit Pengolahan Balongan Pertamina Edi Setianto di Indramayu, Jumat (14/5/2004). "Sebagian saham perusahaan itu memang dimiliki Bimantara sehingga diduga ada nuansa KKN atas pemilihannya sebagai perusahaan pengolah limbah. Akibatnya kita memilih untuk menghentikan sehingga menumpuk hingga saat ini," ujarnya. Padahal, lanjut Edi, PPLI merupakan perusahaan yang memiliki kompetensi dalam mengolah limbah. Apalagi, selain Pertamina terdapat sejumlah PMA lain yang mengolah limbahnya disana. "Kita memang menemui kesulitan dalam mengolah limbah karena tidak ada perusahaan lain yang bergerak di bidang pengolahan limbah," katanya. Meski demikian, kata Edi, Pertamina tetap mencari jalan keluar. Misalnya, akan kembali bekerja sama dengan PPLI serta pabrik Semen Gresik dan Cibinong. "Untuk menepis isu KKN, kita akan transparan serta akan membuat kontrak yang tidak mengikat sehingga tidak bisa dikatakan KKN," lanjutnya. Dikatakan Edi, 16 ribu ton limbah itu tidak akan berdampak pada lingkungan. Karena Balongan memiliki lahan yang luas sehingga dapat menampung tumpukan limbah itu. (rif/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads