Indeks Sentimen Bisnis Turun
Senin, 17 Mei 2004 18:32 WIB
Jakarta - Kekhawatiran akan timbulnya gonjang-ganjing sosial seiring pelaksanaan pemilihan presiden dan wakil presiden, menghentikan tren positif kenaikan Indeks Sentimen Bisnis (ISB) yang telah berlangsung sejak Mei 2003. Pada survei Februari-Maret 2004, ISB turun dari 113,6 menjadi 112,7.Kedua komponen pembentuk ISB mengalami penurunan didorong oleh keresahan CEO akan kemungkinan yang dapat terjadi selama kampanye pemilu sebelum pemilihan umum 5 April lalu. Indeks Situasi Sekarang (ISS) melemah tipis sebesar 0,3 persen menjadi 107,0, sedangkan Indeks Ekspektasi (IE) turun sebesar 1,2 persen menjadi 118,4.Menurut Danareksa Research Institute dalam siaran persnya, Senin (17/5/2004), meski kekhawatiran akan masalah politik meningkat, kepercayaan pebisnis terhadap situasi ekonomi nasional secara keseluruhan menyentuh titik tertinggi. Hal itu dipicu gairah pertumbuhan ekonomi yang berlanjut sepanjang kuartal pertama tahun 2004.Namun, optimisme para CEO terhadap prospek ekonomi nasional pada kuartal kedua dan ketiga 2004 yang bersamaan dengan pemilihan presiden, mengalami penurunan. Bagi dunia bisnis Indonesia, tahun 2004 merupakan tahun yang berbeda, dimana pemilu berlangsung hampir satu semester.Situasi bisnis tentu saja akan lebih sukar untuk diprediksi. Akibatnya, kepercayaan para pebisnis pun tidak sekuat saat keadaan normal. Namun, turunnya sentimen pebisnis tersebut tidak berarti terjadi memburuknya fundamental ekonomi. Melemahnya sentimen tersebut tampaknya lebih disebabkan oleh timbulnya ketidakpastian akibat perubahan-perubahan yang tengah terjadi dalam peta perpolitikan nasional.Dilatarbelakangi hal tersebut, para pebisnis mulai resah akan kemungkinan dampak negatif yang dapat timbul akibat pergantian para pemimpin nasional terhadap kelancaran roda bisnis mereka di masa datang.Sebagai refleksi dari keresahan tersebut, indeks yang mengukur kepercayaan pebisnis terhadap pemerintah (IKBP) turun 1,4 persen ke titik terendah di level 88,6. Tercatat, semua komponen IKBP juga turun. Para CEO merasa khawatir pemerintahan akan kurang efektif selama masa pemilu dalam melakukan tugas-tugasnya yang akan berakhir pada Oktober 2004.Namun, jika perkembangan selanjutnya membuktikan bahwa kekhawatiran tersebut terlalu berlebihan, perspektif bisnis kemungkinan akan kembali positif, sebab prospek bisnis yang diukur dari profitabilits dan likuiditas sebenarnya masih baik. Para CEO masih yakin angka penjualan akan meningkat dalam enam bulan mendatang. Mereka juga percaya akan kemampuannya dalam mengelola biaya.Indeks yang mengukur prospek penjualan, laba dan arus kas meningkat, menandakan prospek bisnis yang menjanjikan dalam dua kuartal mendatang. "Menjadi tanggung-jawab semua warga negara untuk memastikan bahwa proses transisi dalam enam bulan mendatang dapat terjadi dengan aman dan damai sehingga optimisme dunia bisnis pun dapat pulih dari kegaduhan politik paling tidak pada kuartal terakhir 2004," demikian siaran pers Danareksa Research Institute.
(ani/)











































