Ada Tekanan AS, Inggris & Jerman

Pertemuan Informal OPEC di Amsterdam

Ada Tekanan AS, Inggris & Jerman

- detikFinance
Minggu, 23 Mei 2004 16:50 WIB
Den Haag - AS, Inggris dan Jerman meningkatkan tekanan diplomatik pada OPEC agar menambah produksinya. Harga minyak yang mahal dicemaskan menghambat pemulihan ekonomi G7 dari resesi. Tekanan diplomatik tersebut bahkan diperkeras untuk mengubah pendirian OPEC, yang menurut kesepakatan Wina tetap tidak mau menambah produksi, meskipun harga minyak dunia naik. Meningkatnya tekanan itu, ditunjukkan dengan langkah 38 senator AS dari Partai Demokrat, yang mengirim surat kepada presiden Bush yang isinya meminta Bush meningkatkan tekanan diplomatik pada negara-negara OPEC. Surat tersebut, seperti diungkap media Belanda, disampaikan dua hari menjelang International Energy Forum yang digelar di Amsterdam hari ini, Minggu (23/5/2004).Diharapkan, dengan tekanan-tekanan tersebut OPEC mau meningkatkan produksinya, sehingga harga minyak bisa turun. Menteri Energi AS, Spencer Abraham, dijadwalkan akan bertemu dengan para menteri OPEC pada kesempatan forum Amsterdam tersebut.Selain AS, Inggris juga melancar langkah serupa. Menteri Keuangan Inggris, Gordon Brown, bahkan menilai kebijakan OPEC yang tidak bersedia meningkatkan produksi, sebagai krusial bagi stabilitas dan pertumbuhan ekonomi dunia. Sedangkan Menteri Ekonomi menyebutkan bahwa tidak ada pihak yang akan menang jika pertumbuhan ekonomi dunia terancam.Harga emas hitam di pasaran dunia telah menembus 41 USD per barel (159 liter), hampir dua kali lipat dari patokan yang ditetapkan OPEC, yakni pada rentang 22-28 USD per barel. Mahalnya harga minyak tersebut telah meresahkan ekonomi dan politik di Eropa dan AS, yang memang sangat tergantung pada suplai produksi minyak. Harga minyak yang mahal seperti saat ini, dikhawatirkan akan menghambat pemulihan ekonomi negara-negara tersebut, yang secara umum sedang dilanda resesi. (es/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads