OPEC Belum Bersikap Soal Produksi
Minggu, 23 Mei 2004 17:54 WIB
Den Haag - Mendapat tekanan AS dkk, akhirnya OPEC menyatakan bersedia menaikkan produksi minyaknya. Namun Purnomo membantah. OPEC secara resmi belum mengambil sikap. Hal itu disampaikan Presiden/Sekjen OPEC Purnomo Yusgiantoro, yang juga menteri ESDM Indonesia, Minggu (23/5/2004) WIB. "OPEC sangat prihatin dengan tingginya harga minyak, tapi belum mengambil keputusan apapun soal penambahan produksi," demikian Purnomo.Putera Semarang yang memiliki gaya bicara bersemangat itu menegaskan bahwa pertemuan organisasi yang dipimpinnya di Amsterdam bersifat informal. Keputusan resmi OPEC baru akan diambil dalam Konferensi Luarbiasa OPEC le-131 di Beirut, Lebanon, pada 3 Juni mendatang.Penegasan Purnomo tersebut untuk meluruskan informasi sebelumnya yang menyebutkan bahwa OPEC bersedia menambah kapasitas produksi demi menenangkan pasar.Di dalam tubuh OPEC sendiri dikabarkan aspirasi anggota terbelah menghadapi tekanan AS dkk (G7). Arab Saudi, anggota OPEC sekaligus produsen minyak terbesar di dunia, setuju dengan penambahan kapasitas produksi. Bahkan Saudi mengusulkan tambahan produksi 2 juta barel per hari atau 8,5 persen dari kapasitas sekarang menjadi 25,5 juta barel per hari. Keluarnya usulan ini langsung mengoreksi harga minyak mentah di New York, turun 87 sen menjadi 39,93 USD per barel.Selain anggota dengan produksi terbesar, Saudi di organisasi negara-negara pengekspor minyak itu memiliki reputasi sebagai swing producer, suaranya sangat berpengaruh pada kebijakan produksi. Namun, usulan Saudi kali ini belum menjadi keputusan resmi OPEC. Disebut-sebut, usulan tersebut bakal mendapat perlawanan dari anggota lainnya, terutama Venezuela dan Iran. Kedua anggota OPEC ini khawatir harga minyak akan menurun tajam jika kran produksi dibuka lebar-lebar. Lagipula menurut argumen kedua negara, tingginya harga minyak saat ini bisa sebagai kompensasi untuk menurunnya daya beli mereka akibat lemahnya kurs dolar.
(es/)











































