Karena itu, Menko Perekonomian Hatta Rajasa memerintahkan pihak ASDP untuk segera mengganti kapal-kapal feri tua dengan yang baru.
Hatta mengatakan, pemerintah telah memerintahkan adanya penambahan 20 kapal bantuan untuk mengakomodir kebutuhan penyeberangan di Merak yang sekitar dua pekan ini mengalami kemacetan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kedua langkah ini merupakan langkah jangka pendek yang dilakukan pemerintah untuk memperbaiki manajemen pelabuhan di Merak yang masih amburadul karena kemacetan parah truk-truk yang tak terangkut.
"Satu segera memanage management pelabuhan, jangan tidak ada management tentang docking, kemarin ini kan dockingnya serentak dari 33 kapal yang berangkat cuma 18, sekarang management itu diperbaiki," ujarnya.
Penambahan 20 kapal mengingat adanya penambahan jumlah kendaraan yang menyeberang melalui kedua pelabuhan tersebut. Pada 2009, lanjut Hatta, terdapat 2,7 juta kendaraan. Angka ini meningkat hingga 2,9 juta kendaraan di 2010. Diperkirakan terdapat lebih dari 3 juta kendaraan yang akan menyeberang antara Jawa dan Sumatera.
"Volume perdagangan meningkat tajam dari 2,7 juta kendaraan roda empat di 2009, 2,9 juta di 2010, maka di 2011 peningkatannya bisa 10%, tandanya di atas 3 juta. Itu menunjukkan bahwa antar pulau ini luar biasa terjadi satu integrasi," jelasnya.
Untuk penambahan kapal, pihaknya telah meminta pihak ASDP untuk segera menyiapkan kapal-kapal baru tersebut. "Sudah bicara dengan ASDP, itu soal korporat saja kok, tapi sudah harus jalan," tegas Hatta.
Untuk itu, selain penambahan kapal, Hatta juga menambahkan perlunya penambahan pelabuhan sebagai bentuk langkah menengah. "Oleh sebab itu, tidak mungkin kita tidak menyiapkan pelabuhan-pelabuhan baru. Itu jangka menengahnya," ujarnya.
Kemudian untuk jangka panjang, lanjut Hatta, barulah pembuatan Jembatan Selat Sunda (JSS). "Jangka panjangnya itu JSS," tandasnya.
Di tempat yang sama, Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu mengakui belum sempat mengecek masalah tersendatnya arus pelayaran di Merak yang mengganggu distribusi barang-barang dari Sumatera maupun Jawa.
"Saya belum sempat kroscek ya, baru dari luar kota," ujar Mari.
Bahkan Mari melimpahkan semua permasalahan tersebut pada Menteri Perhubungan.
"Tanya Menteri Perhubungan deh," tutupnya sembari masuk mobil. (nia/dnl)











































