Demikian disampaikan perseroan dalam materi Rapat Dengar Pendapatan (RDP) bersama Komisi XI DPR-RI, seperti dikutip detikFinance di Jakarta, Rabu (2/3/2011).
Perseroan mencatat pendapat operasional Rp 2,233 triliun, meningkat 8,66% dari periode sebelumnya Rp 2,055 triliun. Di mana beban operasi juga naik dari Rp 1,562 triliun pada periode 2009 menjadi Rp 1,71 triliun.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dengan biaya lain-lain mencapai Rp 205,1 miliar, menjadikan laba non usaha AP I hanya sebesar Rp 8 miliar. Padahal periode lalu, nilai laba non usaha mencapai Rp 171,6 miliar.
Laba sebelum pajak pun turun dari Rp 664,1 miliar menjadi Rp 531,3 miliar. Pajak yang mencapai Rp 116,7 miliar, membuat laba setelah pajak operator bandara Indonesia bagian timur ini Rp 414,7 miliar.
Di mana total kewajiban dan ekuitas perseroan mencapai Rp 9,268 triliun, naik dari periode yang sama tahun lalu, Rp 8,622 triliun. (wep/dnl)











































