Dolar AS Menguat, Eksportir Diimbau Pacu Pertumbuhan Ekspor

Dolar AS Menguat, Eksportir Diimbau Pacu Pertumbuhan Ekspor

- detikFinance
Selasa, 25 Mei 2004 14:11 WIB
Jakarta - Para Eksportir diimbau memanfaatkan momentum menguatnya dolar AS untuk meningkatkan ekspor yang saat ini baru tumbuh 0,65 persen menjadi 1,5 persen. Hal ini disampaikan Anggota Dewan Penasehat Kadin Soy Pardede disela seminar tentang dunia usaha dalam percaturan politik Indonesia di Hotel Sahid, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Selasa (25/5/2004).Diakui, saat ini memang belum ada elemen-elemen dari dalam negeri yang mendukung pelaksanaan ekspor. Namun para eksportir setidaknya harus memanfaatkan momentum penguatan dolar AS ini mengingat ekspor sekarang baru tumbuh 0,65 persen, padahal peningkatan ekonomi global mencapai 4,5 persen. Atau dengan kata lain, kata Soy, momen peningkatan itu belum dimanfaatkan betul-betul oleh pengusaha.Soy menjelaskan, secara kalkulasi dengan dolar AS yang mencapai Rp 9.100 per dolar AS memiliki ruang yng cukup kompetitif bagi eksportir untuk melaksanakan kegiatan usahanya. Dengan penguatan dolar AS diharapkan pertumbuhan ekspor setidaknya bisa mencapai 1,5 persen. Sementara peningkatan diharapkan bisa dicapai dari ekspor non migas. "Saat ini ktia memang tidak punya dukungan apa-apa khususnya dari segi infrastruktur seperti listrik yang berkurang, jalanan dan transportasi. Tapi kira harap para eksportir tidak tinggal diam dengan kondisi saat ini karena kesempatan untuk meningkatkan ekspornya sangat tinggi," tuturnya.Sementara pengamat ekonomi dari INDEF Didik J Rachbini menegaskan perlunya dilakukan strategi promosi ekspor oleh pemerintah untuk memperkuat posisi eksternal menyangkut devisa dan gejolak ekonomi internasional. Selain itu promosi juga diperlukan untuk memacu ekspor itu sendiri dan mencari peluang pasar serta memperkuat dan memperluas ekspor komoditas tradisional, barang jadi. Menurut Didik, promosi juga bisa meningkatkan penerimaan produsen dan eksportir, memberi kepastian usaha karena pasar tidak terbatas, menyerap tenaga kerja dan membuat mensubstitusi barang manufaktur. (qom/)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads