Menteri Perikanan Republik Demokratik Timor Leste, H.E. Mariano Assanami Sabino telah bertemu dengan Menteri Kelautan dan Perikanan Fadel Muhammad di Jakarta, kedua negara sepakat melakukan kerjasama.
"Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) akan membantu Timor Leste melalui pengiriman tenaga ahli di bidang kelautan dan perikanan untuk melaksanakan pelatihan di negara tersebut termasuk dalam pelatihan memproduksi garam," kata Fadel dalam siaran persnya, Rabu (9/3/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Komitmen Timor Leste dalam penanganan IUU fishing, terutama kapal ikan ilegal yang menangkap di Perairan Indonesia ditunjukkan dengan ditangkapnya kapal ikan ilegal baru-baru ini. Timor Leste saat ini baru memiliki 3 kapal pengawas sehingga perlu operasi bersama dengan Indonesia dalam pemberantasan kapal ikan ilegal.
Dilihat dari neraca perdagangan produk perikanan kedua negara, Indonesia masih surplus karena Indonesia tidak melakukan impor untuk produk perikanan dari Timor Leste. Pada tahun 2009 Indonesia mengekspor produk perikanan ke Timor Leste sebanyak US$ 2,109 juta meningkat dibandingkan tahun 2008 sebesar US$ 1,361 juta.
"Indonesia berkepentingan terhadap Timor Leste karena Negara tersebut menjadi salah satu negara sasaran ekspor produk perikanan," katanya.
Sementara itu, tahun 2010 hingga bulan November, ekspor produk perikan Indonesia ke Timor Leste mencapai US$ 1,9 juta. Komoditas hasil perikanan Indonesia yang diekspor ke Timor Leste meliputi: udang, tuna, cakalang, tongkol, mutiara, dan rumput laut. Indonesia akan terus meningkatkan ekspor produk perikanan ke Timor Leste pada tahun ini.
(hen/ang)











































