Ekonomi RI Sudah Baik, Agus Marto Pasrah Soal Kenaikan Rating

Ekonomi RI Sudah Baik, Agus Marto Pasrah Soal Kenaikan Rating

- detikFinance
Kamis, 17 Mar 2011 11:18 WIB
Ekonomi RI Sudah Baik, Agus Marto Pasrah Soal Kenaikan Rating
Jakarta - Lembaga pemeringkat, Fitch Ratings baru-baru ini memperbaiki outlook Indonesia dari 'stabil' ke 'positif'. Untuk kelanjutan kenaikan peringkat menyusul perbaikan outlook itu, menteri keuangan Agus Martowardojo memilih pasrah.

Namun ia menilai, kondisi negara Indonesia sangat baik saat ini sudah seharusnya menjadi perhitungan agensi rating untuk menaikkan peringkatnya.

"Rasanya indonesia sudah baik. Tapi kan rating punya independensi sendiri. Indonesia yang penting harus kerja keras, saya serahkan dengan bijakasana rating itu untuk menilai," jelas Agus ketika ditemui usai acara Credit Ratings Conference Fitch, di Hotel Four Seasons, Kuningan, Jakarta, Kamis (17/3/2011)..

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia mengungkapkan, ketika melihat tahun 2010 Indonesia rasio kredit terhadap utang alias debt to GDP-nya sudah dibawah 26 persen. Selain itu Agus mengatakan, RI selalu bisa kendalikan fiskal defisit di bawah 2 persen.

"Ini menunjukkan hal yang bagus. Di sisi lain neraca pembayaran tercatat US$ 30 miliar lebih kemudian neraca perdagangan surplus US$ 30 miliar dan industri perbankan serta pasar modal juga sehat," kata dia.

Lebih jauh Agus mengatakan dari sisi nilai tukar rupiah, pada 2010 juga apresiasinya di 4-6 persen serta competitive indonesia ratingnya naik dari 54 ke 44.

"Masuknya dana FDI terus mengalir, dan ada harga minyak yang berfluktuasi masih tidak terlalu berdampak ke fiskal kita. Kita juga punya bond stabilitation fund, rasanya Indonesia sudah baik. Tapi kan rating punya independensi," katanya.

Seperti diketahui, Fitch Ratings menegaskan peringkat utang Indonesia atau long-term foreign and local currency issuer default ratings (IDRs) pada rating 'BB+' dan merevisi outlook keduanya menjadi positif dari stabil, pada tanggal 24 Februari 2011.

"Penetapan outlook positif pada sovereign credit rating Republik Indonesia (RI) mencerminkan kepercayaan internasional terhadap kredibilitas otoritas perekonomian dalam mengelola perekonomian Indonesia, di tengah risiko tekanan inflasi serta tantangan ekonomi saat ini. Indonesia hanya selangkah lagi menuju kategori investment grade," jelas Gubernur BI, Darmin Nasution beberapa waktu lalu.

Lembaga pemeringkat lainnya, Moody's sebelumnya telah menaikkan peringkat surat utang Indonesia dari Ba2 menjadi Ba1, atau satu peringkat di bawah 'investment grade'. Perbaikan peringkat ini diberikan karena Moody's menilai ada perbaikan dari sisi surat utang pemerintah, membaiknya prospek Penanaman Modal Asing (PMA) dan cadangan devisa yang cukup besar.

(dru/qom)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads