Hal ini disampaikan oleh Operations Officer International Finance Corporation (IFC) Advisory Services Agribusiness Linkages Rahmad Syakib di Desa Tempos, Lombok Barat, Kamis (17/3/2011).
"Selama bertahun-tahun produksi kacang tanah Indonesia terus turun, khusus untuk kebutuhan industri," katanya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Impor (kacang tanah non kulit) paling banyak 58% dari Vietnam, 28% dari China, sisanya dari Thailand, India, Australia. Sejak tahun 1979 kita sudah impor," katanya.
Menurut Syakib volume impor kacang tanah tahun 2006 mencapai 164.000 ton dengan nilai 2006 US$ 54 juta, tahun 2007 sebanyak 173.000 ton dengan nilai US$ 62 juta, tahun 2008 sebanyak 205.000 ton dengan nilai US$ 99,6 juta.
"Karena produksi yang terus turun itu maka kita cenderung terus impor," katanya.
Mengutip data Badan Pusat Statistik (BPS), produksi kacang tanah nasional terus turun karena luas areal tanam turun. Namun ia menggarisbawahi di Nusa Tenggara Barat (NTB) produksi malah membaik, terutama sejak ada program pendampingan oleh IFC, AusAID dan GarudaFood.
"Nasional cenderung turun, yang naik di NTB saja," katanya.
Dikatakannya sejak ada proyek pendampingan ke para petani kacang tanah, luasan areal lahan kacang tanah di NTB terus meningkat sebelumnya hanya 25.000 hektar naik menjadi 28.000 hektar. Kontribusi produksi kacang NTB masih mencapai 6% dari total produksi kacang tanah nasional, bahkan berdasarkan data 2009-2010 angkanya semakin tinggi.
"Ini juga berpengaruh pada produksi, tahun 2008 produksi kacang tanah NTB hanya 32.000 ton, sekarang 37.000 ton lebih," katanya.
Dari sisi harga kacang tanah, lanjut Syakib, dengan masuknya GarudaFood sebagai mitra petani. harga ditingkat petani kian meningkat. GarudaFood membeli kacang tanah petani dalam kondisi segar berkadar air 50% dibawah 24 jam setelah panen. GarudaFood mengolahnya di pabrik semi pengolahan GarudaFood di Mataram, Lombok.
Harga jual kacang kacang tanah ditingkat petani saat ini Rp 2700 per kg. Harga ini terus naik dibandingkan harga beberapa tahun sebelumnya, misalnya tahun 2010 hanya Rp 2.500 per Kg, tahun 2009 Rp 2.350 per Kg, tahun 2008 Rp 2000 per Kg dan tahun 2007 hanya Rp 1900 per Kg. Bagi petani yang menghasilkan kacang tanah berkualitas baik, akan mendapat harga premium ditambah Rp 100-400 per Kg.
"Masalah utama yang dihadapi petani kacang, adalah benih kacang tanah, yang tak bisa disimpan lebih 3 bulan," katanya
(hen/qom)










































