Jakarta - Petani di Rorotan, Jakarta Utara, tetap memanen kangkung rutin sebulan sekali untuk memenuhi kebutuhan pasar dan menjaga penghasilan di tengah cuaca tak menentu
Foto Bisnis
Menjaga Asa dari Ladang Kangkung Rorotan
Sejumlah petani memanen sayur kangkung di kawasan Rorotan, Jakarta Utara. Panen dilakukan secara rutin sebagai upaya petani memenuhi kebutuhan pasar sekaligus mempertahankan penghasilan di tengah kondisi cuaca yang masih dipengaruhi fenomena El Nino.
Para petani di kawasan tersebut dapat memanen kangkung sekitar satu kali dalam sebulan. Siklus panen tersebut menjadi salah satu sumber penghasilan yang terus diandalkan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Harga kangkung yang telah dipanen mencapai sekitar Rp14.000 per ikat. Besaran harga tersebut menjadi pendapatan bagi petani setelah melalui proses penanaman dan perawatan selama kurang lebih satu bulan.
Meski demikian, proses menanam kangkung tidak selalu berjalan mudah. Kondisi cuaca yang tidak menentu dapat memengaruhi pertumbuhan tanaman, terutama ketika curah hujan dan ketersediaan air berubah.
Di tengah berbagai tantangan tersebut, para petani tetap berusaha menggarap lahan yang dimiliki. Aktivitas bertani terus dilakukan sebagai bentuk ketahanan ekonomi sekaligus upaya mempertahankan mata pencaharian.
Bagi petani, setiap masa panen menjadi harapan untuk mendapatkan penghasilan dari hasil kerja selama sebulan. Hasil penjualan kangkung kemudian digunakan untuk memenuhi berbagai kebutuhan rumah tangga.
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































