BPS: Pembatasan BBM Subsidi Paling Tepat Maret-April 2011

BPS: Pembatasan BBM Subsidi Paling Tepat Maret-April 2011

- detikFinance
Senin, 21 Mar 2011 14:32 WIB
Jakarta - Badan Pusat Statistik (BPS) menilai waktu yang tepat kebijakan pembatasan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi bisa dilakukan pada bulan Maret-April 2011. Jika pemerintah melewatkan periode itu, maka sebaiknya tidak melakukan pembatasan BBM bersubsidi di tahun ini.

Kepala BPS Rusman Heriawan mengatakan bulan Maret hingga April 2011 merupakan waktu yang baik untuk melaksanakan kebijakan pembatasan BBM bersubsidi. Hal ini karena pada bulan tersebut, tekanan inflasi rendah.

"Kalau saran saya, ini adalah waktu yang baik kalau kita ingin, pemerintah harus segera ambil keputusan sekarang-sekarang, apapun opsinya pasti ada
inflasi. Mau pembatasan, naikin premium ada implikasi ke inflasi," ujarnya saat ditemui di Gedung Bank Indonesia, Jalan MH Thamrin, Jakarta, Senin (21/3/2011).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Jika tidak dilakukan pada bulan-bulan tersebut, Rusman menegaskan sebaiknya pemerintah tidak melakukan pembatasan BBM bersubsidi sama sekali hingga akhir tahun. Hal tersebut disebabkan banyaknya tekanan inflasi yang dihadapi pada bulan-bulan setelah itu.

"Kalau pemerintah lihat ada beban, jika tidak bisa dilakukan pada Februari, Maret, April ini, maka siap juga untuk tidak melakukan sepanjang tahun 2011,
karena ke depan yang cegat sudah banyak, ada lebaran, tahun ajaran baru, macam-macam," ujarnya.

Rusman menyatakan saat ini merupakan situasi yang baik karena tidak ada tekanan dari harga pangan dan kurs rupiah yang menguat. Sedangkan, pada bulan-bulan ke depan, akan ada tekanan inflasi seperti biaya pendidikan, puasa, dan Lebaran.

"Sampai Mei ini lah, petani, semua dalam posisi yang sangat bagus dalam sisi inflasi. Mei aja, kalau itu ada  tahun ajaran baru, ada inflasi dari uang pendidikan. Juli, Agustus ada puasa, lebaran, Desember juga. Ke depan yang jegat banyak, jadi to be or not to be, sekarang ini," tandasnya.

(nia/hen)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads