Indonesia Telah Lewati Krisis

Menko Perekonomian:

Indonesia Telah Lewati Krisis

- detikFinance
Rabu, 02 Jun 2004 11:07 WIB
Jakarta - Menko Perekonomian Dorodjatun Kuntjara-Jakti menegaskan dengan melihat kondisi makro ekonomi dapat dikatakan Indonesia telah berhasil melewati krisis ekonomi dan moneter yang terjadi sejak 1997. Ekonomi telah berada pada posisi pertumbuhan yang lebih cepat dan berkesinambungan.Demikian pidato Menko Perekonomian Dorodjatun Kuntjara-Jakti di depan delegasi Mid Year Review CGI Meeting yang berlangsung di Hotel Borobudur, Jakarta, Rabu (2/6/2004).Dijelaskan pula pada pemerintahan Presiden Megawati telah disusun sejumlah prioritas kunci untuk kembalikan perekonomian diantaranya memperbaiki hubungan dengan komunitas internasional, menstabilkan makro ekonomi dan memulai kembali pertumbuhan ekonomi serta munutup sejumlah lembaga yang diciptakan pada saat krisis.Sejumlah indikator pemulihan ekonomi yang terlihat diantaranya berdasarkan update dari Bank Dunia yang mengatakan PDB Indonesia pada tahun 2003 mencapai 4,5 persen atau lebih tinggi dari yang diharapkan.Selain itu tingkat kemiskinan pada tahun 2003 yang disusun Susenas yang menyatakan tingkat kemiskinan menjadi 15,1 persen atau lebih rendah dibandingkan dengan tingkat kemiskinan sebelum kiris tahun 1996 sebesar 15,7 persen atau saat puncak krisis tahun 1999 sebesar 27,1 persen. "Kedua indikator itu memberikan pelajaran yang sangat penting bagi kami. Indonesia tidak hanya sukses dalam mencapai PDB per kapita sebelum krisis yang di atas US$ 1.000 pada tahun ini namun Indonesia juga dapat mengurangi tingkat kemiskinan hingga masa sebelum krisis," ungkap Dorodjatun.Dalam kesempatan itu Menko Perekonomian juga menjelaskan bahwa Indonesia per akhir Mei 2004 telah mengimplementasikan hampir 75 persen dari 136 target white paper yang diantaranya merupakan reformasi fundamental.Perkembangan lainnya, DPR saat ini tengah membahas RUU LPS yang rencananya bisa diselesaikan sebelum 16 Juli 2004 disamping juga pembahasan mengenai OJK.Namun Menko Dorodjatun mengakui bahwa kondisi gejolak mata uang dunia dan juga suku bunga telah melemahkan rupiah dan berdampak ke pasar saham Indonesia. Akan tetapi Bank Indonesia telah independen dan memiliki kemampuan untuk menerapkan kebijakan moneter yang efektif. Pemerintah dalam hal ini tidak akan mencampuri urusan BI itu dan hanya akan mengatakan bahwa BI perlu fokus atasi itu dan inflasi akan sesuai terget APBN 2004 ini. (san/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads