Harga Bakso, Sosis, Nugget Bakal Naik

Harga Bakso, Sosis, Nugget Bakal Naik

- detikFinance
Kamis, 24 Mar 2011 08:14 WIB
Harga Bakso, Sosis, Nugget Bakal Naik
Jakarta - Para produsen daging olahan di dalam negeri sudah mewanti-wanti rencana menaikan harga produk olahan daging seperti bakso, sosis dan nugget. Rencana kenaikan ini sebagai imbas dari kenaikan harga daging khususnya daging sapi impor.

Direktur Eksekutif Asosiasi Industri Pengolahan Daging Indonesia (National Meat Processor Association/Nampa) Haniwar Syarif mengatakan kenaikan harga bahan baku daging sebenarnya sudah berlangsung sejak Januari 2011. Namun hingga bulan Maret 2011 para anggotanya masih menahan harga karena berharap kenaikan harga ini hanya temporal saja.

"Kita mau melihat apakah ini sementara, kita belum menaikkan, kalau barang (daging) sekarang ini cost-nya naik. Dampaknya terhadap produk olahan seperti sosis, nugget, bakso. Kalau kita mau menaikan itu kisarannya diatas 10% ya sekitar 15-20%, karena komponen tertinggi adalah daging," katanya saat dihubungi detikFinance, Rabu malam (23/3/2011)

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Haniwar mengatakan, anggotanya sebanyak 24 industri pengolah daging sudah merasakan kenaikan harga daging impor sebesar 30-40%. Saat ini, pilihan daging sapi lokal sangat mahal dengan kualitas yang belum tentu cocok dengan kualitas industri dan dicari.

"Kita minta pemerintah melakukan sesuatu, kalau nggak terpaksa kita menaikan harga. Bagaimana mengamankan kebutuhan daging untuk industri," katanya.

Ia  mengatakan dari 24 pabrik pengolahan anggota Nampa, kebutuhan daging per bulan mencapai 1.300 ton daging sapi impor atau per tahunnya mencapai 20.000 ton. Sementara daging sapi lokal yang dipakai hanya seperlima dari total daging sapi impor.

"Kalau cuma jatah kuota impor 2011 sebesar 50.000 ton separuhnya saja buat industri, belum diluar Nampa dan lainnya. Saya rasa itu tidak cukup kalau lokal belum siap mencukupi, dari sisi kualitas, jumlahnya," katanya.

Dikatakannya pihak kementerian pertanian selama ini hanya berpatokan pada cetak biru target kuota impor sapi yang terus dikurangi, sementara survei atau pasokan sesungguhnya daging lokal tak jelas. Kebutuhan daging sapi didalam negeri terus bertambah sejalan pertumbuhan penduduk, penambahan jumlah wisatawan, pertambahan daya beli karena meningkatnya kelas sosial.

(hen/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads