"Jakarta itu dibangun dengan sistem tambal sulam, udah njelimet. Lebih baik segera pindah ke yang baru, Jonggol," jelas Direktur Executive, Indonesia Property Watch, Ali Trangandi di Jakarta, Kamis (24/3/2011).
Ia menambahkan, butuh kemauan politik dari pemerintah untuk segera memperbaiki tata ruang kota yang semrawut. Ini penting, karena dengan berpindahnya ibukota pemerintahan, kemacetan sedikit berkurang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia menilai, Jonggol menjadi lokasi ideal karena akses yang relatif mudah dijangkau dari dan menuju Jakarta.
"Ini kan wacana lama ya, Jonggol itu. Namun waktu itu kan ga jadi, dan orang-orang yang sudah inves di sini, tiba-tiba stres. Kehilangan banyak uang, dan sulit untuk dijual kembali," tutur Ali.
"Tapi harus dirancang juga master plan yang baik, agar tidak tambal sulam. Tentu dengan berpindah akan mengurangi traffic," imbuh Ali.
(wep/ang)










































