"Di luar volatile food, ada sumbangan inflasi dari kenaikan Pertamax yang tercatat 2 minggu lalu, dari Rp 8.100 menjadi Rp 8.700 sebesar 0,01 persen," ujar Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Rusman Heriawan saat ditemui di kantornya, Jalan Dr. Sutomo, Jakarta, Jumat (1/4/2011).
Namun menurut Rusman, sumbangan inflasi tersebut cukup rendah. Hal tersebut disebabkan karena terbatasnya pengguna Pertamax dibandingkan dengan Premium, apalagi setelah terjadinya kenaikan harga banyak pengguna Pertamax yang beralih.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Rusman melihat terdapat pergeseran pengguna Pertamax yang membuat tekanan pada inflasi hanya sedikit. Pergeseran tersebut sekitar 10 persen.
"Jadi, dulu itu kita perbandingannya 70:30, pengguna Premium 70, Pertamax 30, tapi sekarang kayaknya 20 persen, jadi ya sekitar 10 persen," pungkasnya.
BPS hari ini mengumumkan pada Maret 2011 terjadi deflasi 0,32%, yang terutama disebabkan karena penurunan harga bahan pokok seperti cabai dan beras.
(nia/qom)











































